Para peneliti telah menghidupkan kembali antibiotik vankomisin dengan mengombinasikannya dengan molekul kecil yang memblokir mekanisme resistensi bakteri. Pendekatan ini berhasil membunuh Enterococcus faecium yang kebal obat dalam pengujian laboratorium. Hal ini menawarkan strategi baru yang potensial melawan superbug tanpa harus mengembangkan obat yang benar-benar baru.
Para ilmuwan di Cold Spring Harbor Laboratory dan Scripps Research mengidentifikasi senyawa bernama PGHI-4 yang menghambat enzim bakteri SagA. Saat dipasangkan dengan vankomisin, kombinasi tersebut memulihkan kemampuan obat untuk membasmi galur E. faecium yang resisten.
Profesor John Moses dari Cold Spring Harbor Laboratory mencatat bahwa penemuan ini berasal dari penelitian kimia fundamental yang menggunakan metode klik berorientasi keragaman. Timnya telah membangun pustaka yang terdiri dari lebih dari 150 senyawa, salah satunya terbukti menjadi kunci bagi penemuan tersebut.
Studi yang dipublikasikan dalam Nature Communications ini melibatkan kolaborasi dengan kelompok Profesor Howard Hang. Para peneliti berharap metode ini dapat diterapkan pada antibiotik lain yang mulai tidak efektif, termasuk antibiotik yang menargetkan tuberkulosis.
Resistensi antibiotik menimbulkan risiko yang terus meningkat terhadap prosedur medis di seluruh dunia. Pekerjaan ini menunjukkan bagaimana obat-obatan yang sudah ada dapat diselamatkan melalui bantuan bahan kimia yang ditargetkan alih-alih diganti sepenuhnya.