Security guard Fiktor Harefa shaking hands with three police officers at Bundaran HI, symbolizing forgiveness after an incident.
Security guard Fiktor Harefa shaking hands with three police officers at Bundaran HI, symbolizing forgiveness after an incident.
Gambar dihasilkan oleh AI

Satpam Fiktor Harefa maafkan tiga anggota Polda Jabar usai insiden Bundaran HI

Gambar dihasilkan oleh AI

Fiktor Harefa, satpam proyek MRT Jakarta, telah memaafkan tiga anggota Polda Jawa Barat yang mengintimidasinya di Bundaran HI pada 22 Juli 2026. Kedua pihak menyelesaikan perselisihan secara kekeluargaan.

Insiden terjadi sekitar pukul 12.00 WIB saat Fiktor menegur mobil Toyota Alphard yang menerobos lampu merah di penyeberangan pejalan kaki dekat Halte Bundaran HI. Ketiga penghuni mobil, anggota Polda Jawa Barat, membawa Fiktor ke Pos Polisi Bundaran HI dan mengancam melaporkannya ke vendor agar dipecat.

Fiktor mengaku menangis dan bersujud karena takut kehilangan pekerjaan yang baru dijalaninya tiga bulan. Ia menegaskan tindakan sujud itu inisiatifnya sendiri, bukan atas perintah siapa pun. Salah satu anggota polisi sempat mengatakan "jangan kayak preman" dan menyebut pengalaman lama di Papua.

Polda Jawa Barat menyampaikan permohonan maaf dan memastikan proses pemeriksaan etik tetap berjalan melalui sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri. Kedua belah pihak telah saling memaafkan. Fiktor akan pindah kerja sebagai petugas keamanan di kawasan Gedung Sate, Bandung.

Artikel Terkait

Police officers and security guard resolving conflict amicably at Bundaran HI.
Gambar dihasilkan oleh AI

Three Polda Jabar members resolve altercation with security guard at Bundaran HI amicably

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Mediation between security guard Fiktor Harefa and three Polda Jabar members in a Toyota Alphard ended peacefully on Friday (24/7/2026). The altercation at Bundaran HI in Central Jakarta on Wednesday (22/7/2026) was resolved amicably with mutual forgiveness.

Taufik Hidayat (30) was arrested by a joint team from West Java Regional Police on Tuesday night, 23 June 2026, in Griya Pesona housing complex, Ciparay, Bandung Regency.

Dilaporkan oleh AI

Three TNI soldiers accused of kidnapping and murdering bank branch head MIP apologized tearfully at the Military Court II-08 in Jakarta. They admitted being motivated by promises of Rp 200 million and economic factors. The hearing took place on Tuesday in Cakung, East Jakarta.

West Java Police revealed alleged repeated torture and confinement suffered by YTR over two years with Taufik Hidayat. The violence included cigarette burns and repeated beatings.

Dilaporkan oleh AI

Tifauziah Tyassuma alias Dokter Tifa withdrew her pretrial motion at the South Jakarta District Court on Wednesday, 24 June 2026. She also described her experience during the case handover to the South Jakarta Prosecutor's Office on 22 June.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak