Enam planet akan berbaris dalam parade langit langka

Penjajaran planet langka yang menampilkan enam planet akan terlihat di langit malam dari mana saja di Bumi. Peristiwa ini mengecualikan Mars, yang berada di sisi berlawanan matahari. Pengamat dapat melihatnya paling baik pada 28 Februari dan 1 Maret.

Penjajaran planet, kadang disebut parade planet, terjadi setiap beberapa tahun ketika orbit planet menempatkan mereka di sisi yang sama matahari. Peristiwa ini dihasilkan dari periode orbit yang bervariasi di tata surya: Merkurius menyelesaikan orbitnya dalam 88 hari Bumi, sementara Neptunus memakan waktu sekitar 165 tahun Bumi. Penjajaran membentuk garis melintasi langit sepanjang ekliptika, jalur yang diikuti matahari di siang hari, meskipun kemiringan orbit planet yang sedikit mencegah barisan sempurna. Dari luar tata surya, planet-planet tidak akan tampak berjajar, karena ini adalah efek optik dari bidang orbit bersama mereka. Parade mendatang ini akan mencakup Merkurius, Venus, Saturnus, Neptunus, Uranus, dan Jupiter. Ini mengikuti penjajaran besar pada Februari 2025, di mana ketujuh planet terlihat sekaligus, menyoroti bagaimana peristiwa seperti itu dapat berkelompok atau terpisah bertahun-tahun. Untuk pengamatan optimal, cari lokasi dengan cakrawala barat yang jernih dan polusi cahaya minimal. Pada 28 Februari, waktu terbaik adalah kurang dari satu jam setelah matahari terbenam, ketika Merkurius dan Venus muncul rendah di cakrawala. Saturnus dan Neptunus akan berada tepat di atas mereka, diikuti Uranus lebih tinggi, dan Jupiter dekat bulan hampir purnama. Merkurius, Venus, Saturnus, dan Jupiter seharusnya terlihat dengan mata telanjang. Binokuler diperlukan untuk Uranus karena jaraknya, dan teleskop untuk Neptunus.

Artikel Terkait

Para pengamat langit dapat menantikan parade planet pertama tahun 2026 selama minggu terakhir Februari, menampilkan Merkurius, Venus, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Penjajaran ini menawarkan kesempatan langka untuk mengamati enam planet secara bersamaan, meskipun teleskop diperlukan untuk sebagian besar pengamatan. Peristiwa ini menandai awal dari tiga parade semacam itu yang diharapkan tahun itu.

Dilaporkan oleh AI

The year 2026 will feature a range of celestial phenomena, including solar and lunar eclipses, meteor showers, and planetary conjunctions, visible across much of the world and specifically lunar eclipses from Mexico. These events promise captivating displays for enthusiasts and casual sky watchers. The schedule begins with Earth's perihelion and the Quadrantids in January.

Bintang mirip Matahari yang berjarak 3.000 tahun cahaya tiba-tiba meredup selama sembilan bulan, mengungkap awan gas dan debu kolosal yang kemungkinan berasal dari tabrakan planet. Astronom menggunakan teleskop canggih untuk mengukur angin logam di dalam awan untuk pertama kalinya. Peristiwa ini menyoroti kekacauan yang sedang berlangsung di sistem bintang kuno.

Dilaporkan oleh AI

Astronom menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb untuk membuat peta tiga dimensi pertama atmosfer atas Uranus, mengungkap detail tentang suhu, partikel bermuatan, dan aurora. Pengamatan menyoroti pengaruh medan magnetik miring planet tersebut dan mengonfirmasi pendinginan berkelanjutan di ionosfernya. Data ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana planet raksasa es mengelola energi.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak