Studi menemukan makanan bawa pulang melampaui kadar garam yang diiklankan

Hampir setengah dari makanan bawa pulang yang diuji dalam sebuah studi di Inggris mengandung lebih banyak garam daripada yang tertera pada menu. Beberapa hidangan menyajikan lebih dari batas harian yang direkomendasikan dalam satu porsi. Penelitian ini dipimpin oleh University of Reading.

Para peneliti membeli 39 hidangan dari 23 lokasi di Reading. Mereka menemukan bahwa 47 persen dari makanan tersebut melebihi kadar garam yang dinyatakan pada menu. Hidangan pasta memiliki rata-rata 7,2 gram garam per porsi, dengan satu hidangan mencapai 11,2 gram. Asupan harian yang direkomendasikan untuk orang dewasa di Inggris adalah 6 gram. Pizza daging menunjukkan konsentrasi tertinggi pada 1,6 gram per 100 gram. Hidangan kari sangat bervariasi, mulai dari 2,3 gram hingga 9,4 gram. Sebaliknya, kentang goreng dari toko ikan dan keripik tradisional hanya mengandung rata-rata 0,2 gram karena garam hanya ditambahkan berdasarkan permintaan setelah dimasak. Profesor Gunter Kuhnle, yang memimpin studi tersebut, mengatakan bahwa label menu paling banter hanyalah panduan kasar. Temuan ini diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE.

Artikel Terkait

Fresh avocados and potatoes on a table with nerve and muscle illustrations for a wellness article on potassium.
Gambar dihasilkan oleh AI

Wellness post spotlights potassium’s role as an electrolyte and points readers to food sources

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

A Wellness Mama article published May 22, 2026, describes potassium as a major electrolyte involved in nerve and muscle function and suggests common foods—such as potatoes and avocados—as dietary sources.

Katie Wells, founder of Wellness Mama, argues that many people suffer from low sodium levels despite mainstream advice to restrict salt. She highlights sodium's role in cellular energy, hydration, and nervous system function based on personal experience and research. Wells urges a shift from restriction to optimization, especially for active lifestyles.

Dilaporkan oleh AI Fakta terverifikasi

A study analyzing dietary-survey data from more than 8,300 Brazilians aged 60 and older found that adding salt to food at the table was reported more often by men than women, and that the factors linked to the habit differed by gender, according to findings published in Frontiers in Public Health.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak