Para ilmuwan telah membangun sel sintetik dasar bernama SpudCell yang dapat menyalin DNA dan membelah diri beberapa kali menggunakan 36 gen dari organisme yang sudah ada.
Kate Adamala di University of Missouri memimpin proyek ini. Sel tersebut mengandung gen yang sebagian besar diambil dari bakteri E. coli serta beberapa dari virus fag dan gen protein fluoresen dari ubur-ubur.
Para peneliti merakit gen-gen tersebut ke dalam tujuh potongan DNA melingkar yang ditempatkan di dalam gelembung lemak. Sel-sel ini menerima pasokan bahan baku dari luar karena tidak dapat memproduksinya sendiri. Pembelahan terjadi secara tidak merata melalui pertunasan setelah protein tambahan membengkokkan membran.
Adamala mengatakan sel-sel tersebut berhenti setelah sekitar lima kali pembelahan, kemungkinan karena kegagalan ribosom yang dipasok. Tim telah menjadikan proyek ini bersifat sumber terbuka untuk memungkinkan pengembangan lebih lanjut menuju replikasi tak terbatas.
Tujuannya adalah untuk merekayasa sel yang dapat memproduksi petrokimia dengan aman. Adamala mencatat bahwa versi saat ini sepenuhnya bergantung pada dukungan laboratorium dan tidak menimbulkan risiko penyebaran yang tidak terkendali.