Kedokteran Olahraga
Peneliti ETH Zurich mengidentifikasi HIF1 sebagai penggerak molekuler gangguan tendon yang menyakitkan
Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi
Peneliti di ETH Zurich melaporkan bahwa faktor induksibel hipoksia 1 (HIF1) dapat secara aktif mendorong perubahan tendon yang merugikan terkait kondisi seperti nyeri tendon Achilles dan siku tenis. Dalam model tikus dan sel tendon manusia yang dikumpulkan selama operasi, HIF1 yang meningkat dikaitkan dengan pemodelan ulang patologis yang membuat jaringan tendon lebih rapuh dan disertai pertumbuhan neurovaskular yang mungkin membantu menjelaskan nyeri.
American College of Sports Medicine telah merilis Position Stand yang telah diperbarui tentang resep latihan resistensi untuk orang dewasa yang sehat, yang merupakan pembaruan pertama sejak Position Stand tahun 2009. Dokumen ini didasarkan pada tinjauan 137 ulasan sistematis yang mencakup lebih dari 30.000 peserta dan menyimpulkan bahwa latihan resistensi dalam jumlah kecil sekalipun dapat meningkatkan kekuatan, ukuran otot, tenaga, dan fungsi fisik.
Dilaporkan oleh AI
Peneliti di Edith Cowan University menemukan bahwa variasi intensitas latihan dapat mengubah komposisi bakteri usus pada atlet. Studi ini menyoroti bagaimana latihan intensif memengaruhi keseimbangan mikroba, sementara periode istirahat menyebabkan perubahan pola makan dan pencernaan yang lebih lambat. Temuan ini menunjukkan hubungan potensial antara kesehatan usus dan performa atletik.