PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) menunjuk I Gusti Ngurah Askhara atau Ari Askhara sebagai direktur utama baru, menggantikan Tirta Hidayat. Penunjukan ini disetujui melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 14 Januari 2026 di Jakarta, sebagai bagian dari penyegaran organisasi untuk memperkuat tata kelola perusahaan di tengah dinamika industri maritim tahun 2026.
Jakarta, 16 Januari 2026 – Penyedia jasa transportasi energi dan infrastruktur maritim, PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI), melakukan perubahan susunan direksi dan komisaris melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 14 Januari 2026. Ari Askhara, mantan Direktur Utama Garuda Indonesia pada 2018, ditunjuk sebagai Direktur Utama baru, menggantikan Tirta Hidayat. Selain itu, Mahdan diangkat sebagai Komisaris Utama menggantikan AR Sofyan, Dedi Hudayana sebagai komisaris menggantikan Daryono, dan Indra Yurana Sugiarto sebagai direktur menggantikan Dedi Hudayana.
Manajemen HUMI menyatakan bahwa perubahan ini merupakan langkah strategis untuk penyegaran organisasi dan penguatan Good Corporate Governance (GCG) menghadapi tantangan industri maritim yang dinamis. Ari Askhara, lahir di Jakarta pada 13 Oktober 1971, memiliki rekam jejak panjang di sektor korporasi, keuangan, dan infrastruktur BUMN. Kariernya dimulai di PT Bank Ekspor Impor Indonesia (1994-1999), dilanjutkan di PT Bank Mandiri (2005), serta posisi internasional seperti di Deutsche Bank AG, Barclays Capital (2008), Standard Chartered Singapore (2011), dan ANZ Bank Indonesia (2014). Sebelumnya, ia menjabat di PT Pelindo III (2016), PT Wijaya Karya (2016), dan PT Amstelco Tbk (2012). Saat ini, ia juga Direktur Utama PT GTS Internasional Tbk.
"Ke depan, HUMI akan fokus pada pertumbuhan revenue yang sehat melalui sinergi grup, pengembangan armada, dan diversifikasi usaha yang berkelanjutan berbasis pada integrated maritime dan energy logistics nasional," tegas Ari Askhara dalam keterangan resmi. Ia menekankan redefinisi efisiensi biaya operasional, pendanaan, dan keuangan dengan prioritas keselamatan serta kualitas layanan. Jajaran baru juga berkomitmen pada integrasi Environmental, Social, and Governance (ESG), termasuk minimalkan carbon footprint sesuai transisi energi nasional dan global. Perseroan optimis mencapai pertumbuhan berkelanjutan dengan dukungan pemegang saham dan mitra.