Kru Artemis II jalani karantina sebelum misi bulan

Empat astronot yang bersiap untuk misi Artemis II NASA sedang menjalani karantina dua minggu untuk menghindari pengenalan mikroba berbahaya ke luar angkasa. Pakar medis memantau mereka dengan cermat saat mereka tinggal di dalam ruangan dan menghindari kontak fisik dengan orang lain. Langkah pencegahan ini bertujuan mencegah penyakit apa pun menunda perjalanan berawak pertama ke sekitar Bulan dalam lebih dari 50 tahun.

Program Artemis NASA sedang mempersiapkan misi berawak perdananya ke Bulan, meskipun peluncuran mengalami penundaan ringan. Di tengah persiapan pesawat ruang angkasa Orion dan roket Space Launch System (SLS), sorotan di darat beralih ke rutinitas pra-peluncuran unik dari empat astronot tersebut. Selama dua minggu ke depan, anggota kru ini harus tetap di dalam ruangan, terisolasi dari dunia luar. Mereka dilarang melakukan kontak fisik dengan siapa pun dan tidak boleh keluar ruangan, bahkan saat melanjutkan pekerjaan harian di antara rekan kerja. Profesional medis mengawasi kesehatan mereka sepanjang waktu untuk mendeteksi tanda-tanda penyakit sejak dini. Taruhannya tinggi: masalah kecil seperti sakit perut atau pilek biasa bisa membahayakan seluruh misi. Protokol ini menekankan risiko membawa patogen bumi ke luar angkasa, yang berpotensi mencemari pesawat ruang angkasa atau memengaruhi kinerja astronot selama perjalanan. Artemis II menandai kembalinya umat manusia ke orbit Bulan sejak era Apollo berakhir lebih dari lima dekade lalu, menjadikan setiap detail persiapan sangat krusial. Sementara perakitan pesawat ruang angkasa berlanjut di Kennedy Space Center, isolasi kru menyoroti elemen manusia dalam eksplorasi luar angkasa. Pendekatan hati-hati ini memastikan bahwa, meskipun ada penundaan, misi dapat dilanjutkan dengan aman saat waktunya tiba.

Artikel Terkait

Illustration of twelve quarantined medical staff in protective gear at Radboud University Medical Center after a hantavirus procedure error.
Gambar dihasilkan oleh AI

Twelve Dutch hospital staff placed in quarantine after procedure error

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Twelve staff members at Radboud University Medical Center in Nijmegen have been isolated for six weeks following procedural errors while treating a hantavirus patient.

A day-long operation to repatriate passengers and crew from the MV Hondius cruise ship struck by hantavirus neared completion late Sunday with 94 people flown home from Spain’s Canary Islands. Three passengers have died from the outbreak that began after the vessel departed Argentina in April. Health officials stressed the risk to the public remains low.

Dilaporkan oleh AI

Passengers and crew from the MV Hondius cruise liner started leaving the vessel in Tenerife on Sunday as health authorities tracked eight confirmed cases of the Andes virus linked to the outbreak.

One of the five French passengers repatriated Sunday from the MV Hondius cruise ship showed symptoms during the flight to Paris. The group was placed in quarantine at Bichat hospital.

Dilaporkan oleh AI

Four German passengers from the cruise ship Hondius, affected by a Hantavirus outbreak, landed in the Netherlands on Sunday evening. They will be taken to Frankfurt and then placed in home quarantine.

The World Health Organization said on Friday that the risk of hantavirus spreading remains extremely low after cases were reported on the MV Hondius cruise ship. Three passengers have died and several others have been infected. The vessel is heading to Tenerife.

Dilaporkan oleh AI

Spain's Health Ministry confirmed on Monday a second positive hantavirus case among the 14 Spaniards evacuated from the Hondius cruise ship who are in quarantine at Madrid's Gómez Ulla hospital.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak