BNI gelar market outlook 2026 untuk perkuat ketahanan pasar modal

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menggelar forum BNI Market Outlook 2026 di Jakarta untuk membahas prospek pasar keuangan dan penguatan keamanan siber di tengah transformasi digital. Acara bertema 'Wonderful Breakthrough & Cybersecurity' dihadiri perwakilan BEI, KSEI, dan 14 perusahaan efek nasabah BNI. Forum ini menjadi wadah dialog antarregulator, perbankan, dan pelaku industri guna selaraskan strategi menghadapi dinamika pasar dan risiko siber.

Forum BNI Market Outlook 2026 yang digelar belum lama ini menyoroti prospek pasar keuangan sekaligus penguatan ketahanan cybersecurity di tengah akselerasi transformasi digital. Kegiatan ini menegaskan dukungan BNI terhadap ekosistem industri pasar modal nasional yang prudent dan aman.

Dihadiri perwakilan Self-Regulatory Organization (SRO) seperti Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta manajemen dari 14 Perusahaan Efek (PE) nasabah BNI, forum ini menjadi wadah dialog untuk menyelaraskan strategi menghadapi dinamika pasar dan risiko siber.

Direktur Treasury & International Banking BNI Abu Santosa Sudradjat menyatakan, “Kami berharap rangkaian diskusi ini memberikan insight bernilai, memperluas perspektif, serta semakin memperkuat sinergi antara regulator, perbankan, dan pelaku industri pasar modal.” Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan tertulis pada Selasa (10/2/2026).

Agenda utama mencakup panel diskusi tentang pembaruan keamanan dan regulasi siber, dengan narasumber Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy, Direktur Pengembangan Infrastruktur dan Manajemen Informasi KSEI Dharma Setyadi, serta Direktur Information & Technology BNI Toto Prasetio.

BEI dan KSEI memaparkan perkembangan kebijakan serta penguatan tata kelola keamanan siber, termasuk peningkatan awareness Cyber & IT bagi penyelenggara teknologi di industri pasar modal. Upaya ini dinilai krusial untuk menjaga keandalan sistem seiring meningkatnya risiko serangan siber.

BNI menegaskan kesiapan infrastrukturnya melalui BNI API Digital Services sebagai penyedia layanan teknologi bagi ekosistem pasar modal. BNI juga berperan sebagai Bank Mitra Rekening Dana Nasabah (RDN) bagi Perusahaan Efek, dengan sistem yang aman, terintegrasi, dan adaptif.

Selain itu, BNI memberikan edukasi tentang potensi ancaman siber dan strategi mitigasi untuk tingkatkan ketahanan sistem di era digital. Melalui acara ini, BNI berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemangku kepentingan dan menghadirkan inovasi layanan perbankan digital adaptif guna jawab tantangan transformasi dan keamanan siber.

Artikel Terkait

BEI headquarters with digital screens showing new shareholder transparency data, executives celebrating reforms to boost investor confidence.
Gambar dihasilkan oleh AI

Bei prepares to disclose shareholders below 5 percent to boost transparency

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) plans to publish share ownership data below 5 percent starting early February 2026, as part of capital market reforms to enhance investor confidence. This move is spurred by Morgan Stanley Capital International (MSCI) evaluation and the correction in the Composite Stock Price Index (IHSG), backed by government support through various transparency and governance initiatives.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) will soon announce an acting CEO to replace Iman Rachman, who resigned on January 30, 2026. The announcement is set before Monday's trading opens, ensuring normal operations. BEI commits to reforms elevating the capital market to global standards.

Dilaporkan oleh AI

Bank Jakarta has officially partnered with the basketball club Pelita Jaya for sponsorship in the 2026 Indonesian Basketball League (IBL) season. The collaboration targets young generations and urban communities to strengthen branding and financial literacy. The launch event took place on February 12, 2026, in South Jakarta.

The Composite Stock Price Index (IHSG) opened slightly higher on Monday (February 9, 2026) amid pressure from Moody’s downgrade of Indonesia’s credit outlook to negative. Despite solid domestic economic fundamentals, market players are watching for further consolidation risks. Global sentiment is also influencing stock market movements.

Dilaporkan oleh AI

President Prabowo Subianto stated that the global crises occurring everywhere present opportunities for Indonesia to rise stronger. He emphasized that strong nations will survive while weak ones will suffer, while praising the Badan Pengelola Investasi Danantara's achievement of a 300 percent increase in return on assets in one year. Prabowo also warned his officials against submitting false reports.

The rupiah rebounded at Thursday's market opening in Jakarta on January 22, 2026, reversing the previous day's weakening toward Rp17,000 per US dollar. The gain was driven by market euphoria over Bank Indonesia's decision to maintain the benchmark interest rate at 4.75 percent, alongside government fiscal measures for economic recovery. Analysts forecast trading in the Rp16,900-Rp16,950 range.

Dilaporkan oleh AI

Ethiopia's National Bank Governor Dr. Eyob Tekalgn stated that development efforts in the financial sector are yielding tangible results. This remark came during the Invest Africa 2026 forum in Addis Ababa. The Minister of Labor and Skills also emphasized the need for commitment in knowledge and skills.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak