Seekor bonobo bernama Kanzi telah menunjukkan kemampuan untuk terlibat dalam permainan pura-pura, keterampilan kognitif yang sebelumnya belum pernah terlihat pada primata non-manusia. Dalam eksperimen yang dilakukan tak lama sebelum kematiannya, Kanzi berpartisipasi dalam pesta teh pura-pura yang melibatkan jus dan anggur imajiner. Temuan ini menunjukkan bahwa kerabat primata terdekat kita memiliki kemampuan imajinasi.
Kanzi, seekor bonobo yang lahir di Amerika Serikat pada 1980, menghabiskan sebagian besar hidupnya di Ape Initiative di Des Moines, Iowa. Terkenal dengan keterampilan bahasanya, ia berkomunikasi dengan menunjuk simbol pada papan. Kanzi meninggal pada usia 44 tahun pada Maret 2023. nnPada tahun sebelum kematiannya, peneliti yang dipimpin oleh Amalia Bastos di University of St Andrews di Inggris menguji kemampuan Kanzi untuk membentuk «representasi sekunder»—kemampuan untuk membayangkan realitas alternatif dan berbagi pura-pura, keterampilan yang dikembangkan anak manusia kecil sekitar usia 2 hingga 3 tahun. Seperti yang dijelaskan Bastos, anak-anak pada usia itu dapat melacak cairan imajiner yang dituang antar wadah, skenario yang direplikasi untuk Kanzi. nnEksperimen pertama melibatkan peneliti yang berpura-pura menuang jus tak ada ke dua cangkir kosong, kemudian mengosongkan satu, dan meminta Kanzi memilih. Lebih dari dua pertiga waktu, ia memilih cangkir yang tampak masih berisi jus pura-pura. «Jika Kanzi tidak membayangkan ‘jus imajiner’ di cangkir-cangkir itu sepanjang studi, ia seharusnya memilih antara dua cangkir secara acak—lagipula, keduanya kosong,» catat Bastos. nnUji kontrol mengonfirmasi perbedaan Kanzi: ia memilih cangkir dengan jus sungguhan daripada yang kosong lebih dari tiga perempat waktu dan selalu memilih cangkir dengan anggur sungguhan. Dalam skenario anggur pura-pura, ia lagi-lagi memilih dengan benar lebih dari dua pertiga waktu. Semua sesi bersifat sukarela, dan Bastos mengamati bahwa partisipasi berkelanjutan Kanzi menunjukkan ia menikmati aktivitas tersebut. nnPara ahli memuji studi ini. Gisela Kaplan dari University of New England di Australia menyebutnya «tak ambigu bahwa bonobo memahami pura-pura dan ikut bermain,» membandingkannya dengan permainan rumah boneka anak-anak. Miguel Llorente dari University of Girona di Spanyol menjuluki Kanzi «Einstein spesiesnya» dan mengusulkan bahwa paparannya pada interaksi manusia membuka kemampuan imajinatif laten, yang mungkin berasal dari nenek moyang bersama 6 hingga 9 juta tahun lalu. nnPenelitian ini diterbitkan di Science (DOI: 10.1126/science.adz0743).