Nasib Chiki Fawzi sebagai Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 berakhir dengan kekecewaan setelah ia sempat dicopot, dipanggil kembali, dan akhirnya dibatalkan lagi. Keputusan ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Haji yang hanya memberangkatkan peserta pelatihan yang memenuhi syarat ketat. Chiki menyatakan ikhlas menerima meski bingung dengan prosesnya.
Chiki Fawzi, putri penyanyi Ikang Fawzi dan almarhumah Marissa Haque, mengalami drama singkat dalam penugasan sebagai Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026. Pada 27 Januari 2026, ia mengumumkan di Instagram bahwa dirinya dicopot secara mendadak dari tugas tersebut dan dipulangkan dari Asrama Haji, meski telah lolos seleksi dan mengikuti pelatihan intensif.
Keesokan harinya, 28 Januari 2026, yang bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-38, Chiki mendapat telepon dari Kementerian Haji (Kemenhaj) yang memintanya kembali bertugas. "Barusan banget juga aku diminta balik lagi sih," ujarnya di Jakarta. Ia menyatakan kesiapan untuk kembali ke asrama demi melayani jemaah, dengan tegas berkata, "Kalau tujuannya melayani tamu Allah, besok aku akan balik."
Namun, harapan itu pupus pada pagi 29 Januari 2026. Chiki mengunggah bahwa pemanggilannya dibatalkan lagi, meski ia sudah menyiapkan barang bawaan. "Enggak jadi lagi. Padahal udah packing balik," tulisnya. "Yaudah ya. Udah. Saya juga bingung. Udah."
Chiki menjelaskan bahwa pencopotan awal bukan karena pelanggaran kriteria, melainkan perintah dari pihak lebih tinggi di atas Kemenhaj. Ia tidak menyalahkan kementerian dan memilih ikhlas, meski menyiratkan sindiran halus terhadap rumor negatif yang beredar.
Kebijakan ini konsisten dengan pernyataan Wakil Komandan Diklat PPIH Arab Saudi 2026, Kolonel (Purn) Muftiono, pada 29 Januari 2026. Ia menegaskan bahwa hanya peserta yang memenuhi tiga pilar utama—kebugaran fisik, kedisiplinan tinggi, dan integritas—yang diberangkatkan. Setidaknya enam peserta lain telah dicopot karena masalah kesehatan dan indisipliner. Juru Bicara Kemenhaj Suci Anisa Mawardi membenarkan bahwa evaluasi akhir menunjukkan beberapa peserta tidak layak, demi menjaga pelayanan maksimal bagi jemaah haji 2026.