Dedi Mulyadi Panggil Om Zein Klarifikasi Lagu 'Lalaki Langit, Lalanang Bejad'

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memanggil Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein ke kantornya di Bandung untuk menjelaskan lagu berbahasa Sunda yang menuai kritik.

Lagu berjudul 'Lalaki Langit, Lalanang Bejad' yang diperkenalkan Om Zein memicu polemik karena dinilai merendahkan perempuan. Kritik mengalir deras di media sosial setelah lagu tersebut viral.

Om Zein menjelaskan bahwa lirik lagu tersebut berasal dari puisi yang ia tulis pada tahun 2020. Ia menggambarkan perjalanan spiritualnya sebagai pengembara yang tersesat sebelum menjabat sebagai bupati.

Dedi Mulyadi meluruskan bahwa karya itu terkait dengan masa lalu Om Zein sebagai lelaki nakal. Ia mengutip pengakuan Om Zein bahwa lagu itu menceritakan dirinya sendiri.

Om Zein menyatakan lagu tersebut sebagai bentuk refleksi rasa syukur atas penciptaannya sebagai laki-laki. Ia menyebut risiko yang lebih tinggi jika ia diciptakan sebagai perempuan dengan karakter nakal serupa.

Artikel Terkait

Governor announcing reward for abuse suspect capture
Gambar dihasilkan oleh AI

West Java governor offers Rp 250 million reward to capture Taufik Hidayat

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

West Java Governor Dedi Mulyadi has offered a Rp 250 million reward to anyone who locates or captures Taufik Hidayat, the suspect in the confinement and abuse of Yuvita Tri Rezeki in Bandung.

Purwakarta Regent Saepul Bahri Binzein, known as Om Zein, is back in the spotlight after an old video of him reciting a poem matching the lyrics of the controversial song ‘Lalaki Langit Lalanang Bejad’ spreads widely.

Dilaporkan oleh AI

Purwakarta Regent Saepul Bahri Binzein has removed his song titled Lalaki Langit Lalanang Bejat from social media following criticism and a legal notice.

Five former members of the Free Papua Organization from Kodap XXVIII/Yambi-Mewoluk officially declared their exit from the group and returned to the Republic of Indonesia in Puncak Jaya district, Papua.

Dilaporkan oleh AI

The Corruption Eradication Commission named Kuantan Singingi Regent Suhardiman Amby, Regional Secretary Zulkarnain and Ardiles as suspects in an alleged bribery case involving the sale of positions.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak