Guardiola mengklaim Liverpool asuhan Klopp lebih tangguh dari Real Madrid

Pep Guardiola telah menyebut Liverpool asuhan Jurgen Klopp sebagai tantangan terbesar dalam karir manajerialnya, sebelum Real Madrid. Hal ini terjadi setelah Manchester City tersingkir dengan skor agregat 5-1 oleh Madrid di babak 16 besar Liga Champions. Guardiola menyoroti intensitas bentrokan dengan Liverpool selama waktunya di City.

Manchester City mengalami kekalahan agregat 5-1 dari Real Madrid di babak 16 besar Liga Champions. Pada leg pertama di Bernabeu, Federico Valverde mencetak hat-trick saat Madrid menang 3-0. Vinicius Junior mencetak dua gol pada leg kedua di Manchester, memastikan kemenangan 2-1 bagi tim tamu meskipun City berhasil membalas di kandang sendiri. Ini merupakan musim ketiga secara beruntun Madrid menyingkirkan City pada tahap ini, setelah tersingkir pada 2024, 2025, dan sekarang 2026, dengan City hanya menang di semifinal 2023 dalam perjalanannya meraih treble. Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Guardiola menolak anggapan bahwa Madrid adalah lawan terberatnya. > Tidak, tantangan terbesar saya adalah Jurgen Klopp dengan Liverpool, dalam beberapa tahun di sini. Saat berada di Spanyol, Anda tidak menyadari betapa ketatnya kompetisi itu. Dia juga mencatat pertumbuhan City di kompetisi Eropa: > Ini merupakan pengalaman belajar yang baik bagi klub, karena ini adalah klub yang 12 atau 13 tahun lalu tidak pernah berada di Eropa. Bermain berkali-kali melawan Real Madrid, dengan generasi yang kami miliki, kami telah melakukannya. Mereka menang, kami menang. Jumlah golnya mirip, mereka telah mengalahkan kami lebih banyak daripada kami. Tetapi mereka tahu bagaimana kami bermain. Rekor Guardiola dalam kariernya melawan Madrid adalah 14 kemenangan, enam kali seri, dan sepuluh kekalahan dalam 30 pertemuan, yang mencakup Barcelona, Bayern Munich, dan City. Melawan Klopp, pertemuan berlangsung ketat: empat kemenangan untuk Guardiola, tiga untuk Klopp, dan satu hasil imbang di Bundesliga; Klopp unggul tipis dalam pertemuan di Premier League 8-6 dengan delapan hasil imbang. Selama masa kepelatihan mereka yang tumpang tindih, Guardiola mengamankan enam gelar juara berbanding satu gelar juara milik Klopp.

Artikel Terkait

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, akan berbicara dengan ketua klub, Khaldoon Al Mubarak, sebelum memutuskan masa depannya di klub tersebut. Hal ini menyusul berakhirnya harapan gelar juara Premier League bagi timnya setelah hasil imbang 1-1 melawan Bournemouth, yang menambah komentar sebelumnya yang ia sampaikan pada Desember 2025 mengenai kemungkinan meninggalkan klub suatu saat nanti.

Dilaporkan oleh AI

Manchester City akan menjamu Aston Villa pada hari Minggu dalam pertandingan terakhir Pep Guardiola setelah 10 tahun memimpin. Manajer asal Katalonia tersebut mengonfirmasi kepergiannya pekan ini setelah dua dekade meraih kesuksesan besar.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak