Seorang pengemudi di Houston mengajukan gugatan terhadap Tesla setelah insiden di mana Cybertruck miliknya diduga mencoba melaju keluar dari jalan layang saat menggunakan fitur autopilot. Gugatan tersebut mengklaim bahwa teknologi pengemudian otonom Tesla dirancang dengan cacat dan dipasarkan secara menyesatkan sebagai sepenuhnya otonom. Kejadian itu terjadi tahun lalu.
Gugatan tersebut berasal dari insiden tahun lalu yang melibatkan Cybertruck yang dilengkapi sistem autopilot Tesla. Menurut keluhan yang diajukan oleh pengemudi Houston, kendaraan tersebut diduga mencoba melaju keluar dari jalan layang saat autopilot diaktifkan, yang menyebabkan tabrakan ke pembatas. Penggugat berargumen bahwa teknologi pengemudian otonom Tesla dirancang dengan cacat, menimbulkan risiko keselamatan bagi pengguna. Ia lebih lanjut menyatakan bahwa perusahaan tersebut memasarkan fitur tersebut secara menyesatkan sebagai otonom, yang berpotensi memberikan rasa aman palsu kepada pengemudi. Tesla belum memberikan tanggapan publik terhadap gugatan tersebut, dan detail tentang keadaan spesifik kecelakaan terbatas pada akun penggugat. Kasus ini menyoroti pengawasan berkelanjutan terhadap sistem bantuan pengemudi canggih pada kendaraan listrik. Gugatan tersebut dilaporkan oleh Law360, yang menekankan kekhawatiran atas keandalan dan pemasaran kemampuan pengemudian otonom Tesla.