Pengemudi Houston menggugat Tesla setelah kecelakaan autopilot Cybertruck

Seorang pengemudi di Houston mengajukan gugatan terhadap Tesla setelah insiden di mana Cybertruck miliknya diduga mencoba melaju keluar dari jalan layang saat menggunakan fitur autopilot. Gugatan tersebut mengklaim bahwa teknologi pengemudian otonom Tesla dirancang dengan cacat dan dipasarkan secara menyesatkan sebagai sepenuhnya otonom. Kejadian itu terjadi tahun lalu.

Gugatan tersebut berasal dari insiden tahun lalu yang melibatkan Cybertruck yang dilengkapi sistem autopilot Tesla. Menurut keluhan yang diajukan oleh pengemudi Houston, kendaraan tersebut diduga mencoba melaju keluar dari jalan layang saat autopilot diaktifkan, yang menyebabkan tabrakan ke pembatas. Penggugat berargumen bahwa teknologi pengemudian otonom Tesla dirancang dengan cacat, menimbulkan risiko keselamatan bagi pengguna. Ia lebih lanjut menyatakan bahwa perusahaan tersebut memasarkan fitur tersebut secara menyesatkan sebagai otonom, yang berpotensi memberikan rasa aman palsu kepada pengemudi. Tesla belum memberikan tanggapan publik terhadap gugatan tersebut, dan detail tentang keadaan spesifik kecelakaan terbatas pada akun penggugat. Kasus ini menyoroti pengawasan berkelanjutan terhadap sistem bantuan pengemudi canggih pada kendaraan listrik. Gugatan tersebut dilaporkan oleh Law360, yang menekankan kekhawatiran atas keandalan dan pemasaran kemampuan pengemudian otonom Tesla.

Artikel Terkait

Courtroom scene illustrating Tesla's lawsuit against California DMV over Autopilot and Full Self-Driving false advertising claims.
Gambar dihasilkan oleh AI

Tesla menggugat DMV California untuk membatalkan putusan iklan palsu terkait Autopilot dan Full Self-Driving

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Tesla mengajukan gugatan pada 13 Februari 2026 terhadap Departemen Kendaraan Bermotor California, menantang putusan Desember 2025 yang menuduh perusahaan menyesatkan konsumen melalui pemasaran fitur Autopilot dan Full Self-Driving. Meskipun mematuhi perubahan yang diperlukan untuk menghindari penangguhan lisensi penjualan, Tesla berargumen bahwa keputusan tersebut salah fakta, cacat secara hukum, dan tidak memiliki bukti kerugian konsumen. Sengketa ini menekankan pengawasan ketat terhadap sistem bantuan pengemudi Tesla di tengah operasi besarnya di California.

Justine Saint Amour, pemilik Cybertruck di Texas, telah mengajukan gugatan terhadap Tesla yang menuntut lebih dari $1 juta setelah tabrakan ke penghalang beton saat kendaraan menggunakan Autopilot. Insiden itu terjadi pada Agustus 2025 di I-69 Eastex Freeway di Houston, mendekati jembatan layang berbentuk Y. Gugatan tersebut menuduh kelalaian dan kelalaian berat dalam desain, pengujian, pemasaran, serta peringatan untuk sistem bantuan pengemudi Tesla.

Dilaporkan oleh AI

Keluarga seorang pengendara sepeda motor berusia 28 tahun yang tewas dalam tabrakan tahun 2024 telah mengajukan gugatan kematian yang salah terhadap Tesla, mengklaim sistem Autopilot perusahaan gagal mendeteksi kendaraan yang berhenti. Insiden itu terjadi di State Route 522 di Kabupaten Snohomish, Washington, ketika Tesla Model S menabrak Jeffrey Nissen Jr. dari belakang.

Tesla telah memulai produksi robotaksi Cybercab-nya di pabrik Austin, dengan kendaraan dua penumpang pertama keluar dari jalur perakitan. Perusahaan juga mendapatkan pengecualian kunci dari Komisi Komunikasi Federal AS untuk teknologi pengisian induktif. Perkembangan ini menimbulkan pertanyaan tentang fitur kendaraan, pasar sasaran, dan tanggung jawab.

Dilaporkan oleh AI

Seorang hakim federal di Miami telah menolak permintaan Tesla untuk membatalkan putusan juri sebesar $243 juta terkait kecelakaan fatal Autopilot tahun 2019 di Florida. Putusan ini berarti Tesla sekarang harus menghadapi putusan di tingkat pengadilan sidang, meskipun perusahaan berencana mengajukan banding. Kasus ini melibatkan tabrakan yang menewaskan satu orang dan melukai yang lain.

Seorang pengemudi menguji Tesla Cybertruck Full Self-Driving, terlibat balapan melawan Corvette mid-engine dan berpura-pura tidur di kemudi. Pengalaman itu menyoroti aspek positif dan negatif teknologi tersebut. Pihak berwenang menghentikan kendaraan karena tampaknya kurang waspada sang pengemudi.

Dilaporkan oleh AI

Tesla Model 3 menyimpang ke lalu lintas yang datang di livestream demonstrasi fitur Full Self-Driving di China, menyebabkan tabrakan depan. Tidak ada yang terluka parah, tetapi insiden ini menimbulkan kekhawatiran baru tentang ketergantungan berlebih pada kemampuan sistem. Pengemudi merilis rekaman yang menunjukkan perangkat lunak memulai perubahan jalur yang salah.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak