PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus memperkuat integrasi Stasiun Manggarai sebagai simpul utama transportasi di wilayah Jabodetabek. Langkah ini sejalan dengan dinamika mobilitas masyarakat urban yang semakin padat dan kebutuhan akses efisien ke pusat aktivitas harian. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menekankan peran stasiun ini dalam mendukung pergerakan komuter harian.
Stasiun Manggarai memainkan peran krusial dalam keseharian masyarakat perkotaan Jabodetabek. Sebagai titik pertemuan berbagai lintas layanan, integrasi stasiun ini memastikan pergerakan antar kawasan berjalan lancar di tengah aktivitas yang semakin intens.
"Integrasi Stasiun Manggarai dirancang untuk mendukung mobilitas masyarakat yang mengutamakan kemudahan akses dan efisiensi waktu. Dengan keterhubungan antarlintas, aktivitas harian dapat dijalani secara lebih ringkas," ujar Anne Purba dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (26/1/2026).
Pernyataan ini didukung data Statistik Mobilitas Penduduk dan Tenaga Kerja 2024 dari Badan Pusat Statistik (BPS), yang mencatat dominasi penduduk usia produktif di kawasan urban dengan perjalanan harian lintas wilayah yang tinggi, terutama untuk bekerja dan layanan publik. "Pola ini menegaskan kebutuhan terhadap transportasi massal yang terintegrasi dan berkapasitas besar di wilayah metropolitan," tambah Anne.
BPS juga menunjukkan bahwa konsentrasi penduduk perkotaan berkembang di area dengan akses transportasi publik yang baik, di mana aksesibilitas menjadi faktor utama dalam preferensi tempat tinggal. "Pendekatan pemanfaatan ruang yang optimal di sekitar simpul transportasi menjadi bagian dari pola hidup masyarakat yang menginginkan kemudahan tanpa harus berpindah jauh," kata Anne.
Data internal KAI memperlihatkan volume penumpang KRL melalui Manggarai tetap tinggi: 5.142.739 penumpang pada 2023, naik menjadi 5.575.711 pada 2024, dan 5.456.309 pada 2025. "Konsistensi ini mencerminkan peran Manggarai sebagai titik temu perjalanan masyarakat dari kawasan tempat tinggal menuju pusat kegiatan ekonomi Jakarta dan sekitarnya," jelas Anne.
Selain itu, konektivitas ke Bandara Soekarno-Hatta melalui Commuter Line Bandara menunjukkan pertumbuhan: dari 1.970.531 penumpang pada 2023 menjadi 2.242.536 pada 2024, dan 2.346.934 pada 2025. "Tren ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas antarsimpul transportasi utama yang terhubung langsung dengan pusat aktivitas ekonomi dan jasa," lanjut Anne.
Di tengah keterbatasan lahan perkotaan, KAI terus meningkatkan integrasi layanan, keandalan operasional, dan konektivitas di simpul utama. "Transportasi publik yang terintegrasi menjadi bagian penting dalam mendukung keseharian masyarakat urban yang sederhana dan terhubung," tutup Anne.