Kadal dinding hijau yang agresif melenyapkan varian warna kuno

Para peneliti telah menemukan bahwa kadal dinding hijau yang agresif, yang dijuluki kadal 'Hulk', dengan cepat menyingkirkan dan melenyapkan varian warna kuning dan oranye yang telah hidup berdampingan selama jutaan tahun. Kadal dinding biasa, Podarcis muralis, di seluruh wilayah Mediterania kini hanya menunjukkan individu dengan tenggorokan putih di banyak populasi. Sebuah studi yang menganalisis lebih dari 10.000 kadal mengungkapkan pergeseran dalam dinamika evolusi ini.

Selama jutaan tahun, populasi kadal dinding biasa (Podarcis muralis) menjaga keseimbangan tiga varian warna tenggorokan: putih, kuning, dan oranye. Setiap varian mewakili strategi kelangsungan hidup yang berbeda, seperti kompetisi wilayah dan daya tarik pasangan, yang mendorong koeksistensi di seluruh wilayah Mediterania. Tobias Uller, profesor biologi evolusioner di Lund University, mencatat, 'Kita sedang melihat bagaimana koeksistensi beberapa varian warna yang berbeda, sesuatu yang telah stabil selama jutaan tahun, kini hilang dalam skala waktu evolusi yang sangat singkat.'

Artikel Terkait

Researchers have identified a new venomous pitviper species in the misty mountains of western Sichuan, China, previously mistaken for a common snake. Named Trimeresurus lii after the philosopher Laozi, the Huaxi Green Pitviper features distinct markings and eye colors between males and females. DNA analysis confirmed its unique evolutionary lineage in a global biodiversity hotspot.

Dilaporkan oleh AI

A new analysis indicates that Earth's vertebrate diversity is likely twice as high as previously estimated, with about two genetically distinct 'cryptic' species for every recognized one. Led by University of Arizona researchers, the study highlights how DNA sequencing reveals these hidden lineages that look nearly identical. This finding raises concerns for conservation efforts targeting undocumented species.

A new study reveals that young sauropods, despite their parents' massive size, were vulnerable prey that sustained Late Jurassic predators. Researchers from UCL analyzed fossils from Colorado's Dry Mesa Quarry to reconstruct the era's food web. This abundance of easy meals may explain why predators like Allosaurus thrived without advanced hunting traits.

Dilaporkan oleh AI

Scientists have analyzed ancient fish fossils from Australia and China, providing new insights into how early vertebrates transitioned from water to land. The studies focus on lungfish remains over 400 million years old, revealing details about their anatomy and evolution. These findings highlight the role of lungfish as close relatives to tetrapods, including humans.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak