Kadal dinding hijau yang agresif melenyapkan varian warna kuno

Para peneliti telah menemukan bahwa kadal dinding hijau yang agresif, yang dijuluki kadal 'Hulk', dengan cepat menyingkirkan dan melenyapkan varian warna kuning dan oranye yang telah hidup berdampingan selama jutaan tahun. Kadal dinding biasa, Podarcis muralis, di seluruh wilayah Mediterania kini hanya menunjukkan individu dengan tenggorokan putih di banyak populasi. Sebuah studi yang menganalisis lebih dari 10.000 kadal mengungkapkan pergeseran dalam dinamika evolusi ini.

Selama jutaan tahun, populasi kadal dinding biasa (Podarcis muralis) menjaga keseimbangan tiga varian warna tenggorokan: putih, kuning, dan oranye. Setiap varian mewakili strategi kelangsungan hidup yang berbeda, seperti kompetisi wilayah dan daya tarik pasangan, yang mendorong koeksistensi di seluruh wilayah Mediterania. Tobias Uller, profesor biologi evolusioner di Lund University, mencatat, 'Kita sedang melihat bagaimana koeksistensi beberapa varian warna yang berbeda, sesuatu yang telah stabil selama jutaan tahun, kini hilang dalam skala waktu evolusi yang sangat singkat.'

Artikel Terkait

A new evolutionary analysis has shown that skin bones in reptiles developed independently across multiple lizard lineages rather than from a single ancestor. Researchers traced the trait over 320 million years using fossils and computational methods. Australian goannas stand out for losing the armor and then regaining it millions of years later.

Dilaporkan oleh AI

Scientists observed a rare tropical katydid changing color from bright pink to green over 11 days in Panama. The transformation helps the insect mimic young rainforest leaves that start pink before maturing green. Researchers describe it as a survival strategy rather than a mutation.

Researchers from South American institutions have identified a new spider species, Pikelinia floydmuraria, named after the band Pink Floyd and its habitat on building walls. Despite measuring just 3 to 4 millimeters, the spider hunts ants up to six times its body size and targets urban pests like mosquitoes and flies. The findings appear in the journal Zoosystematics and Evolution.

Dilaporkan oleh AI

Scientists have identified a new species of ancient animal, Tanyka amnicola, from fossils unearthed in a dry riverbed in Brazil. Dating back 275 million years, this stem tetrapod featured a highly unusual twisted jaw suggesting it ground plant material. The discovery sheds light on early Permian life in Gondwana.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak