Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal meninjau perbaikan Jembatan Meureudu yang putus akibat banjir di Pidie Jaya, Aceh, dan meminta agar konektivitas jalan lintas provinsi menjadi prioritas utama. Ia juga menyerahkan bantuan kemanusiaan dan mendorong percepatan normalisasi sungai serta pembangunan hunian sementara untuk korban banjir.
Pada 11 Desember 2025, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, yang juga Wakil Ketua Umum PKB, meninjau langsung perkembangan perbaikan Jembatan Meureudu di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Jembatan ini putus total akibat banjir bandang pada akhir November 2025, melumpuhkan jalur darat utama yang menghubungkan Aceh dan Medan, sehingga berdampak pada mobilitas warga dan distribusi bantuan.
Cucun mengapresiasi upaya percepatan perbaikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Ia menghubungi Kepala Balai Kementerian PUPR untuk memastikan pemulihan akses berjalan optimal. "Saya meminta agar konektivitas jalan ini diprioritaskan. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi soal hajat hidup orang banyak, soal logistik bantuan yang harus lancar, dan denyut ekonomi daerah yang harus segera pulih," tegas Cucun dalam sambungan telepon.
Kementerian PUPR menginformasikan bahwa perbaikan jembatan nasional di Aceh berjalan bertahap, dengan pengerjaan di Meureudu selesai dalam dua hari lagi. Cucun berharap sinergi pemerintah pusat dan daerah ditingkatkan agar jalur Aceh-Medan segera normal dan aman.
Selain itu, Cucun menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa tiga truk berisi pakaian, family kit, makanan siap saji, air mineral, dan perlengkapan darurat lainnya. Bantuan diserahkan secara simbolis kepada Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dan didistribusikan langsung kepada ratusan warga di Gampong Blangcut, Kecamatan Meurah Dua. "Hari ini kami datang membawa bantuan, tapi lebih dari itu kami ingin membawa pesan bahwa masyarakat Pidie Jaya tidak sendirian," kata Cucun.
Ia juga mendengarkan aspirasi masyarakat dan pemerintah daerah, yang meminta normalisasi sungai sepanjang 970 meter yang tersumbat kayu dan lumpur untuk mencegah banjir susulan. Selain itu, Pemkab Pidie Jaya mendorong pembangunan hunian sementara karena 5.000 rumah rusak parah atau hilang. Cucun akan berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menggunakan dana siap pakai guna mempercepat hunian sementara dan rehabilitasi infrastruktur. "Fasilitas umum seperti jalanan, sekolah, tempat ibadah perlu dipulihkan secepatnya agar aktivitas sosial, ekonomi, dan pendidikan masyarakat dapat kembali berjalan normal," ungkapnya. Cucun memuji semangat gotong royong warga: "Gotong royong dan ketangguhan masyarakat adalah modal utama kita untuk bangkit bersama, saya salut dan bangga, inilah wujud ciri khas bangsa kita."