Manusia zaman es di Tiongkok membuat peralatan batu yang canggih

Para arkeolog telah menemukan bukti bahwa manusia purba memproduksi peralatan batu yang canggih di Tiongkok tengah selama zaman es yang ekstrem 146.000 tahun yang lalu. Temuan tersebut berasal dari situs Lingjing dan menantang asumsi sebelumnya mengenai kapan kreativitas manusia mulai muncul.

Para peneliti di situs arkeologi Lingjing di Tiongkok tengah telah menghabiskan lebih dari satu dekade untuk menggali tulang belulang hewan dan peralatan batu yang terkait dengan kerabat manusia yang telah punah yang disebut Homo juluensis. Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Journal of Human Evolution menetapkan penanggalan situs tersebut sekitar 146.000 tahun yang lalu, yang menempatkan artefak tersebut dalam periode glasial yang dingin, bukan era yang lebih hangat seperti yang disarankan oleh perkiraan sebelumnya.

Artikel Terkait

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa kepunahan herbivora raksasa di Levant sekitar 200.000 tahun yang lalu mendorong manusia purba untuk beralih dari perkakas batu yang berat ke perkakas yang lebih ringan dan canggih. Para peneliti di Universitas Tel Aviv menganalisis situs-situs arkeologi dan menemukan bahwa revolusi peralatan ini bertepatan dengan penurunan jumlah mangsa besar dan peningkatan jumlah hewan yang lebih kecil. Temuan yang dipublikasikan dalam Quaternary Science Reviews ini mengusulkan bahwa berburu mangsa yang lebih kecil mungkin telah mendorong evolusi kognitif.

Dilaporkan oleh AI

Para peneliti telah menemukan fosil gigi di Etiopia yang mengindikasikan bahwa Homo awal dan spesies Australopithecus yang belum diketahui berbagi wilayah antara 2,6 hingga 2,8 juta tahun yang lalu. Penemuan ini menambah bukti bahwa evolusi manusia melibatkan berbagai garis keturunan yang tumpang tindih, bukan sekadar satu jalur lurus.

Chinese researchers have confirmed that iron fragments unearthed at the Sanxingdui Ruins were made of pure meteoritic iron. The three corroded pieces, found in Pit No. 7, likely formed an axe or ceremonial weapon. Carbon dating places the artifact in the late Shang Dynasty.

Dilaporkan oleh AI

Sebuah gua di dataran tinggi di wilayah timur Pirenia telah menunjukkan tanda-tanda pendudukan prasejarah yang berulang selama ribuan tahun, termasuk kemungkinan adanya pertambangan tembaga awal dan sisa-sisa seorang anak.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak