Dirut KAI Bobby Rasyidin jamin biayai pendidikan anak korban kecelakaan Bekasi Timur

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin mengunjungi keluarga korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur dan menjanjikan biaya pendidikan anak korban. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi pada Senin lalu. Momen tersebut viral di media sosial dan menuai apresiasi netizen.

Kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin lalu. Insiden ini mengakibatkan korban meninggal dunia dan mengganggu perjalanan kereta selama evakuasi.

Pada Jumat, 1 Mei 2026, Bobby Rasyidin mengunjungi salah satu keluarga korban. Dalam video yang diunggah akun Instagram @indotoday, ia duduk bersama anak korban dan berkata, “Yaudah nanti ini ya sekolah kamu aku aja yang bayarin. Mau nggak?” Bocah laki-laki itu menjawab “Mau” dan mengangguk setuju. Kunjungan ditutup dengan salam di mana anak tersebut mencium tangan Bobby.

Bobby menyatakan KAI memberikan jaminan pendidikan melalui program Asuransi Pendidikan. “Dalam situasi yang berat ini, kami ingin keluarga tetap merasa didampingi. Untuk salah satu anak dari korban meninggal dunia, KAI memberikan jaminan pendidikan melalui program Asuransi Pendidikan agar dapat melanjutkan sekolah dengan baik,” ujarnya.

Di Instagram pribadinya, Bobby kembali meminta maaf. “Kembali saya mengucapkan dukacita mendalam dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pelanggan, korban dan keluarga atas kejadian di Stasiun Bekasi Timur,” tulisnya. Ia menegaskan fokus mendampingi korban, menjaga operasional, dan evaluasi keselamatan.

Momen ini ramai di media sosial dengan komentar apresiatif seperti “Sederhana tapi DPR nggak bisa” dan dukungan agar Bobby tetap menjabat meski ada desakan mundur dari DPR.

Artikel Terkait

Indonesian rail executives and transport minister consoling Bekasi Timur train crash victims' families during home visit.
Gambar dihasilkan oleh AI

KAI CEO offers condolences to Bekasi Timur crash victims' families

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

PT Kereta Api Indonesia CEO Bobby Rasyidin, along with Transport Minister Dudy Purwagandhi and Director General of Railways Allan Tandiono, visited the homes of victims from the Bekasi Timur train crash on April 29, 2026. They expressed condolences and pledged a thorough investigation. KAI provided compensation to the victims' families.

Housing and Settlements Minister Maruarar Sirait affirmed the state must not lose control of three PT KAI land assets in Tanah Abang held by third parties despite having final legal strength. The statement came after inspecting KAI lands in Jakarta on Sunday (5/4/2026) for the people's housing program. The visit involved KAI President Director Bobby Rasyidin and Danantara COO Dony Oskaria.

Dilaporkan oleh AI

Long-distance train Argo Bromo Anggrek collided with a stationary KRL Commuter Line at Bekasi Timur Station on Monday evening, April 27, 2026, killing six and injuring 80. The incident was reportedly triggered by a Green SM electric taxi hitting the KRL at a crossing near Bulak Kapal. Evacuation efforts continued into Tuesday morning with three victims trapped in the women's carriage.

Social Minister Saifullah Yusuf, known as Gus Ipul, emphasized that Sekolah Rakyat construction procurement must be free from corruption and manipulation. The statement was made in Surabaya on May 3, 2026, aligning with President Prabowo Subianto's directives. The program prioritizes out-of-school children from extremely poor families.

Dilaporkan oleh AI

Muhammad Kerry Adrianto Riza, son of fugitive Riza Chalid, was sentenced to 15 years in prison by Jakarta's Corruption Court for corruption in Pertamina's crude oil and refinery products management from 2018 to 2023. He plans to appeal, claiming many trial facts were ignored by the judges. The ruling also includes fines and repayment of Rp2.9 trillion.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak