Studi baru mengaitkan EPA minyak ikan dengan gangguan perbaikan otak setelah cedera

Para peneliti di Medical University of South Carolina menemukan bahwa asam eikosapentaenoat (EPA), salah satu omega-3 utama dalam suplemen minyak ikan, mungkin menghambat pemulihan otak pada kasus cedera otak traumatis ringan yang berulang. Studi yang diterbitkan dalam Cell Reports ini menunjukkan bahwa EPA melemahkan stabilitas pembuluh darah dan berkontribusi pada penumpukan protein berbahaya. Peneliti utama Onder Albayram menekankan bahwa efeknya bergantung pada konteks biologis.

Onder Albayram, seorang profesor madya di Medical University of South Carolina (MUSC), memimpin tim yang meneliti bagaimana suplementasi minyak ikan jangka panjang memengaruhi perbaikan otak. Pada model tikus yang mengalami benturan kepala ringan berulang, kadar EPA yang lebih tinggi menyebabkan performa neurologis dan pembelajaran spasial yang lebih buruk, serta akumulasi tau yang terkait dengan vaskular di korteks. Para peneliti juga mengamati berkurangnya sinyal angiogenesis dan integritas endotel pada jaringan otak yang cedera. Albayram berkolaborasi dengan Eda Karakaya, Adviye Ergul, Semir Beyaz, dan peneliti lainnya dari MUSC serta institusi mitra seperti Cold Spring Harbor Laboratory. Sel endotel mikrovaskular otak manusia yang terpapar EPA di bawah kondisi metabolik tertentu menunjukkan gangguan angiogenesis dan fungsi penghalang, yang mencerminkan temuan pada hewan. Analisis jaringan otak pasca-mortem dari kasus ensefalopati traumatis kronis (CTE) mengungkapkan ketidakseimbangan asam lemak dan perubahan jalur vaskular yang konsisten dengan kerentanan terhadap EPA. Albayram mengingatkan untuk tidak menarik kesimpulan secara luas, dengan menyatakan, 'Saya tidak mengatakan minyak ikan itu baik atau buruk secara universal. Data kami menyoroti bahwa biologi bergantung pada konteks.' Ia mencatat perbedaan dengan DHA, omega-3 lain yang dikenal bermanfaat bagi otak, dan menekankan perlunya penelitian lebih lanjut mengenai efek jangka panjang dalam berbagai kondisi. Tim tersebut berencana untuk melakukan studi lebih lanjut mengenai penyerapan dan transportasi EPA.

Artikel Terkait

Illustration of hemodialysis patient with fish oil supplements and PISCES trial graph showing 43% reduction in cardiovascular events.
Gambar dihasilkan oleh AI

High-dose fish oil linked to 43% fewer serious cardiovascular events in hemodialysis patients, trial reports

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

A large international randomized trial found that 4 grams a day of omega-3 fish oil was associated with a 43% lower rate of serious cardiovascular events among adults receiving maintenance hemodialysis. The PISCES study enrolled 1,228 participants at 26 sites in Australia and Canada; results were presented at the American Society of Nephrology’s Kidney Week 2025 and published in The New England Journal of Medicine.

Researchers at the University of California, San Francisco, have discovered a mechanism by which exercise helps protect the brain from age-related damage associated with Alzheimer's disease. Physical activity prompts the liver to release an enzyme that repairs the blood-brain barrier, reducing inflammation and improving memory in older mice. The findings, published in the journal Cell, highlight a body-to-brain pathway that could lead to new therapies.

Dilaporkan oleh AI

Researchers have found that repeated head impacts in contact sports damage the blood-brain barrier, potentially driving chronic traumatic encephalopathy (CTE) in former athletes. The discovery, based on MRI scans of retired footballers, rugby players and boxers, suggests new diagnostic and preventive approaches. Drugs to strengthen the barrier may help avert the condition.

A study of commercial pet foods in Japan has found elevated levels of forever chemicals, known as PFAS, particularly in fish-based products for cats and dogs. These levels often exceed human safety thresholds set by European regulators. Researchers urge better monitoring to assess risks to companion animals.

Dilaporkan oleh AI Fakta terverifikasi

Scientists at Cedars-Sinai Medical Center report that a subset of astrocytes located away from a spinal cord injury can help drive repair in mice by releasing the protein CCN1, which alters microglia metabolism to improve cleanup of lipid-rich nerve debris. The work, published in Nature, also found evidence of a similar CCN1-linked response in human spinal cord tissue from people with multiple sclerosis.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak