Sebuah studi kecil menemukan bahwa orang yang memiliki usia biologis lebih muda daripada usia kronologisnya mengalami penurunan berat badan lebih banyak selama puasa di bawah pengawasan medis.
Para peneliti yang dipimpin oleh Steve Horvath di University of California, Los Angeles, merekrut 32 sukarelawan berusia 25 hingga 72 tahun tanpa kondisi kesehatan yang diketahui. Para peserta mengonsumsi 200 hingga 250 kalori setiap hari selama 12 hari melalui jus buah, kaldu sayuran, dan madu dalam tiga waktu makan setiap harinya. Tim tersebut melacak usia biologis menggunakan 12 jam epigenetik. Peserta yang dinilai memiliki usia biologis lebih muda pada awal studi kehilangan berat badan lebih banyak daripada mereka yang secara biologis lebih tua. Horvath mengatakan mekanisme tersebut belum diketahui, namun mungkin melibatkan adaptabilitas metabolik yang lebih baik pada individu yang lebih muda. Studi ini diterbitkan di server pracetak bioRxiv dan para penulis menekankan bahwa metode ini tidak boleh dicoba tanpa pengawasan medis. Horvath menyerukan penelitian lebih lanjut mengenai apakah pola tersebut tetap berlaku pada diet yang tidak terlalu ekstrem. Ia menambahkan bahwa gaya hidup sehat termasuk olahraga dan tidak merokok dapat membantu menurunkan usia biologis.