Administrator EPA Lee Zeldin berdebat dengan Anggota DPR Rose DeLauro dalam rapat Komite Alokasi DPR pada hari Senin mengenai tanggung jawab badan tersebut terkait perubahan iklim. DeLauro menuduh EPA mengabaikan kewajibannya untuk melindungi warga Amerika di tengah meningkatnya ancaman lingkungan. Zeldin membalas dengan mengutip undang-undang federal dan preseden Mahkamah Agung baru-baru ini yang membatasi wewenang badan tersebut.
Dalam rapat tersebut, Anggota DPR Rose DeLauro, D-Conn., mendesak Zeldin mengenai dampak perubahan iklim, dengan bertanya, 'Ketika perubahan iklim membanjiri jalan-jalan kita, meracuni udara kita, serta meningkatkan biaya layanan kesehatan dan bencana, bagaimana EPA dapat menjustifikasi pengabaian tugas untuk melindungi warga Amerika demi memuaskan para pencemar di bawah kedok pertumbuhan ekonomi?' Zeldin menjawab, 'Dengan mengikuti hukum. Bagian 202 dari Undang-Undang Udara Bersih (Clean Air Act). Di mana bagian ini menyebutkan tentang memerangi perubahan iklim global?' Ia merujuk pada kasus Mahkamah Agung Loper Bright Enterprises v. Raimondo, dan mempertanyakan pemahaman DeLauro mengenai kasus tersebut serta doktrin pertanyaan utama (major questions doctrine). DeLauro mengakui bahwa ia tidak memahaminya, yang mendorong Zeldin untuk menjelaskan bahwa lembaga pemerintah tidak memiliki wewenang untuk menafsirkan undang-undang secara kreatif tanpa dukungan hukum yang jelas. Ketegangan meningkat saat Zeldin mengutip kasus-kasus tambahan, Michigan v. EPA tahun 2015 dan West Virginia v. EPA tahun 2022, yang membatasi pembuatan aturan EPA mengenai emisi dan peralihan bahan bakar tanpa otorisasi eksplisit dari Kongres. DeLauro menuduh Zeldin menyangkal keberadaan perubahan iklim, sementara Zeldin mendesaknya untuk membaca undang-undang dan preseden yang relevan. Zeldin kemudian mencuit mengenai konfrontasi tersebut pada 27 April 2026. Secara terpisah, Zeldin berkomentar bahwa orang-orang sebaiknya tidak meminum atau menyuntikkan glifosat, bahan dalam pestisida seperti Roundup, yang dijawab oleh DeLauro, 'Mungkin Anda yang harus mencobanya.'