Ahmad Syah Farhan ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan umrah Hanania

Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional Ahmad Syah Farhan ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan serta penggelapan dana umrah. Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers pada Selasa (2/6/2026) terkait kerugian yang dilaporkan mencapai Rp12,14 miliar.

Kombes Pol Iman Imanuddin menyatakan waktu kejadian dimulai Februari 2026 dengan janji keberangkatan Maret hingga Juli 2026. Tempat kejadian berada di kantor PT Khazanah Tamma Internasional di Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan.

Polisi telah memeriksa 38 korban dengan kerugian terverifikasi Rp4,2 miliar. Total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp12,14 miliar. Dana disebut digunakan untuk kepentingan lain termasuk membayar influencer untuk promosi.

Sejumlah korban seperti Deviana dari Bandung membagikan pengalaman mereka. Mereka mengumpulkan uang untuk ibadah umrah namun gagal berangkat. Pelaporan resmi dilakukan pada 28 Mei 2026.

Artikel Terkait

Police detaining a man suspected of umrah fraud, with a disappointed victim in the background.
Gambar dihasilkan oleh AI

Hanania Group director detained by police over suspected umrah fraud

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Police detained Hanania Group Director Ahmad Syah Farhan as a suspect in an umrah travel fraud case. Victims such as Rosiani lost hundreds of millions of rupiah and expressed deep disappointment.

Presenter Anwar Sanjaya handed over all pocket money received from Hanania Group to police after being questioned as a witness in an alleged Umrah fund fraud case.

Dilaporkan oleh AI

Influencer Karin Novilda, known as Awkarin, was questioned by Polda Metro Jaya police on Tuesday over alleged fraud involving Umrah funds at Hanania Group. She expressed full support for victims and returned pocket money received.

Police have arrested four suspects in the robbery with violence and murder of Dimaris Isni Sitio (60) in Pekanbaru. One suspect is the victim's son-in-law, motivated by resentment and desire to seize assets. The victim was found dead on April 29, 2026.

Dilaporkan oleh AI

The Attorney General's Office named Dadan Hindayana and two deputies as suspects in alleged corruption in the Free Nutritious Meals Program on Wednesday, June 3, 2026.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak