Baznas RI tetapkan zakat fitrah Rp50 ribu per jiwa untuk Ramadhan 1447 H

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menetapkan besaran zakat fitrah tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi sebesar Rp50.000 per jiwa, setara dengan 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras premium. Penetapan ini diumumkan Ketua Baznas RI, KH Noor Achmad, setelah kajian mendalam terkait harga beras di berbagai wilayah Indonesia.

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI telah menetapkan nilai zakat fitrah untuk Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi sebesar Rp50.000 per jiwa. Pengumuman ini disampaikan oleh Ketua Baznas RI, KH Noor Achmad, pada Kamis, 5 Februari 2026, di Jakarta. Penetapan tersebut didasarkan pada kajian mendalam yang mempertimbangkan perkembangan harga beras di seluruh wilayah Indonesia.

"Setelah melalui kajian mendalam serta pertimbangan yang cermat, Baznas RI menetapkan nilai zakat fitrah menjadi Rp50 ribu per jiwa serta menetapkan besaran fidiah sebesar Rp65 ribu per jiwa per hari sesuai dengan Keputusan Ketua Baznas RI Nomor 14 Tahun 2026," ujar Noor Achmad.

Nilai ini setara dengan 2,5 kilogram beras atau 3,5 liter beras premium dan berlaku sebagai pedoman seragam bagi Baznas provinsi, kabupaten/kota, serta lembaga amil zakat (LAZ) di wilayah masing-masing. Namun, terdapat fleksibilitas untuk penyesuaian jika terjadi perbedaan harga beras yang signifikan di suatu daerah, selama sesuai syariat Islam dan peraturan yang berlaku.

Zakat fitrah dapat dibayarkan mulai awal Ramadhan dan paling lambat sebelum salat Idul Fitri, sementara penyalurannya kepada mustahik harus dilakukan paling lambat sebelum khatib naik mimbar. Noor Achmad menekankan bahwa pengelolaan akan mengikuti prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI, serta disalurkan kepada delapan golongan mustahik sesuai syariat.

Keputusan ini juga mencabut Keputusan Ketua Baznas Nomor 14 Tahun 2025 yang sebelumnya berlaku untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Dengan demikian, diharapkan pengelolaan zakat fitrah tahun ini lebih tertib, transparan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat penerima.

Artikel Terkait

Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman announces Rp75.85 billion raised in one hour for Sumatra flood victims at Jakarta ministry event.
Gambar dihasilkan oleh AI

Mentan kumpulkan Rp75,85 miliar dalam satu jam untuk korban bencana Sumatera

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berhasil mengumpulkan Rp75,85 miliar melalui gerakan donasi nasional dalam waktu satu jam untuk korban banjir dan longsor di Sumatera. Aksi kemanusiaan ini digelar di Kementan Jakarta pada 2 Desember 2025, melibatkan pegawai dan mitra usaha. Bencana sejak akhir November telah menewaskan 604 orang dan memengaruhi 1,5 juta jiwa.

Pemerintah Indonesia mengumumkan bantuan langsung tunai minimal Rp8 juta per keluarga untuk pengungsi banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan ini meliputi pemulihan rumah dan ekonomi, di luar santunan kematian Rp15 juta serta dukungan logistik lainnya. Jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.129 jiwa per 24 Desember 2025.

Dilaporkan oleh AI

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berhasil mengumpulkan Rp 3,1 miliar donasi dari masyarakat selama perayaan malam Tahun Baru 2026 untuk membantu korban bencana di Sumatera. Acara di Bundaran HI kali ini tanpa kembang api, diganti dengan doa bersama dan penggalangan dana sebagai bentuk solidaritas. Gubernur Pramono Anung menyampaikan terima kasih atas kepedulian warga Jakarta.

Banjir yang melanda Sumatera merusak sekitar 70 ribu hektare sawah dan berpotensi mengganggu produksi pangan nasional. Pemerintah berjanji memulai pemulihan lahan pada Januari 2026, sementara bantuan pangan telah disalurkan. Dampak banjir juga mencakup kerusakan sekolah di Aceh dan kebutuhan akan perawatan higienis untuk mencegah penyakit.

Dilaporkan oleh AI

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis pada 2026 memerlukan 82,9 juta porsi protein harian. Ia menekankan pentingnya swasembada protein untuk meningkatkan kecerdasan bangsa. Pernyataan ini disampaikan saat Puncak Hari Ikan Nasional 2025 di Jakarta.

Wilayah Aceh masih berupaya pulih setelah bencana alam melanda akhir November 2025, termasuk banjir bandang, luapan sungai, dan tanah longsor di utara dan tengah Sumatera. Di Aceh Tamiang dan Aceh Utara, ribuan warga menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan dasar serta memulihkan lingkungan tinggal. Berbagai bantuan, seperti donasi Rp2,5 miliar dari TMT Group, diberikan untuk mendukung proses pemulihan.

Dilaporkan oleh AI

Presiden Prabowo Subianto membentuk satuan tugas rekonstruksi lintas kementerian untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera. Pengumuman ini disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada 15 Desember 2025, dengan dukungan anggaran dari efisiensi APBN sebesar Rp60 triliun. Fokus utama mencakup infrastruktur, energi, dan pangan di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak