Membersihkan polusi udara dapat melemahkan arus laut AMOC yang vital

Penelitian baru menunjukkan bahwa upaya untuk mengurangi polusi udara di Eropa, Amerika Utara, dan Asia Timur dapat mempercepat pelemahan Sirkulasi Pembalikan Meridional Atlantik (AMOC). Arus laut ini memainkan peran kunci dalam mengatur iklim Eropa. Para ilmuwan menggunakan berbagai model iklim untuk menilai dampaknya di bawah kondisi emisi gas rumah kaca yang terus tinggi.

Studi tersebut menemukan bahwa pada pertengahan abad ini, AMOC akan melemah sepertiga lebih lanjut dibandingkan dengan skenario di mana polusi aerosol tetap lebih tinggi. Aerosol dari sumber industri memantulkan sinar matahari dan membantu mendinginkan Atlantik Utara, yang mendukung kekuatan arus tersebut. Penghilangan aerosol ini mengungkap pemanasan tambahan yang mengganggu keseimbangan ini.

Artikel Terkait

Sebuah studi baru memperingatkan bahwa penghentian Atlantic Meridional Overturning Circulation (AMOC) akan memicu pelepasan hingga 640 miliar ton karbon dioksida dari Samudra Selatan bagian dalam di dekat Antartika. Efek umpan balik ini dapat meningkatkan suhu global sebesar 0,2°C tambahan. Para peneliti di Potsdam Institute for Climate Impact Research menyoroti risiko ini karena emisi manusia terus melemahkan arus laut utama tersebut.

Dilaporkan oleh AI

Studi pemodelan baru menunjukkan bahwa pelemahan Sirkulasi Pembalikan Meridional Atlantik menyebabkan Gulf Stream bergeser ke utara, dengan data satelit menunjukkan pergeseran 50 kilometer selama 30 tahun. Peneliti menyarankan bahwa perubahan bertahap ini bisa mendahului pergerakan mendadak yang berfungsi sebagai peringatan dini untuk potensi runtuhnya AMOC. Runtuhan semacam itu mungkin menyebabkan pendinginan drastis di Eropa, meskipun garis waktunya tetap tidak pasti.

Para peneliti menemukan bahwa pola suhu samudra yang berubah-ubah, seperti El Niño dan La Niña, mencegah kekeringan bersinkronisasi di seluruh planet, hanya memengaruhi 1.8% hingga 6.5% daratan Bumi sekaligus. Penemuan ini, berdasarkan data iklim lebih dari satu abad, menunjukkan pengaman alami untuk pasokan pangan global. Studi tersebut menyoroti bagaimana pola-pola ini menciptakan variasi regional daripada musim kering yang meluas.

Dilaporkan oleh AI

Penelitian baru menunjukkan bahwa kenaikan suhu lautan dapat menguntungkan Nitrosopumilus maritimus, mikroba yang esensial untuk siklus nutrisi laut. Archaea ini beradaptasi dengan menggunakan besi lebih efisien dalam kondisi yang lebih hangat dan miskin nutrisi, yang berpotensi mempertahankan produktivitas lautan. Temuan tersebut, yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences, menunjukkan bahwa mikroba-microba ini dapat memainkan peran yang lebih besar dalam kimia lautan di tengah perubahan iklim.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak