Penguin kaisar diklasifikasikan sebagai terancam punah di tengah ancaman iklim

Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) telah menambahkan penguin kaisar dan anjing laut bulu Antartika ke dalam daftar terancam punah menyusul penurunan populasi yang tajam. Status gajah laut selatan telah berubah dari risiko rendah menjadi rentan. Para pejabat mengaitkan perubahan ini terutama dengan perubahan iklim dan penyakit.

Daftar Merah IUCN kini mengklasifikasikan penguin kaisar (Aptenodytes forsteri) dan anjing laut bulu Antartika (Arctocephalus gazella) sebagai terancam punah. Data satelit menunjukkan penurunan sebesar 10% pada jumlah penguin kaisar antara tahun 2009 dan 2018, yang berdampak pada lebih dari 20.000 individu dewasa. Proyeksi menunjukkan populasi akan berkurang setengahnya pada tahun 2080-an akibat pergeseran pola es laut dari perubahan iklim yang disebabkan manusia, menurut Philip Trathan dari British Antarctic Survey dan anggota Komisi Kelangsungan Hidup Spesies IUCN. Ia menyatakan, “Pencairan es laut yang lebih awal di musim semi telah memengaruhi koloni-koloni di sekitar Antartika, dan perubahan lebih lanjut pada es laut akan terus memengaruhi habitat perkembangbiakan, pencarian makan, dan pergantian bulu mereka.”

Artikel Terkait

Pinguin raja di Pulau Possession berkembang biak lebih awal akibat kenaikan suhu, yang mengakibatkan tingkat kelangsungan hidup anak burung lebih tinggi. Meskipun ini telah meningkatkan jumlah anak burung dari 44 persen pada 2000 menjadi 62 persen pada 2023, para peneliti memperingatkan bahwa pergeseran sumber pakan dapat mengancam populasi di masa depan. Perubahan ini menyoroti pergeseran lingkungan yang cepat di Samudera Selatan.

Dilaporkan oleh AI

Nearly 50 African penguin chicks rescued from flooding on Bird Island are now healthy and gaining weight under expert care at a rehabilitation centre in Gqeberha. The chicks were evacuated after heavy rains on 24 February washed away their nests. Climate change is exacerbating such threats to seabird colonies.

Di Pulau Prince of Wales di Alaska, serigala abu-abu mulai memburu berang-berang laut, perilaku yang sedang dipelajari para ilmuwan dengan cepat. Dipimpin oleh calon Ph.D. dari University of Rhode Island Patrick Bailey, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana predator ini menangkap mangsa laut dan implikasi ekologi yang lebih luas. Perubahan ini bisa menghubungkan jaring makanan darat dan laut dengan cara tak terduga.

Dilaporkan oleh AI

Gletser Pine Island di Antartika Barat telah meningkatkan kecepatannya secara dramatis sejak 2017, didorong oleh kerusakan rak es pelindungnya. Percepatan ini menimbulkan kekhawatiran tentang kenaikan permukaan laut yang lebih cepat dari wilayah tersebut. Peneliti menghubungkan perubahan tersebut dengan air laut yang menghangat yang merusak struktur rak tersebut.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak