Penelitian terbaru telah menimbulkan keraguan terhadap klaim mengkhawatirkan tentang asupan mikroplastik, seperti menelan setara satu kartu kredit setiap minggu. Meskipun mikroplastik tersebar luas di lingkungan dan jaringan manusia, studi menunjukkan tingkat paparan jauh lebih rendah daripada yang dikhawatirkan, dan dampak kesehatan masih belum jelas. Para ahli mendesak kehati-hatian hingga muncul data yang lebih ketat.
Mikroplastik, partikel plastik kecil, telah terdeteksi di berbagai lokasi, termasuk pegunungan tertinggi, palung laut terdalam, wilayah kutub terpencil, dan organ manusia seperti jantung, hati, ginjal, ASI, dan aliran darah. Ke mana-mana-nya berasal dari ketahanan plastik, yang pertama kali diperkenalkan dengan Bakelite pada awal abad ke-20, yang merevolusi kemasan, elektronik, dan perangkat medis tetapi juga menyebabkan penyebaran ke lingkungan selama lebih dari satu abad. 1960nA studi 2019 yang banyak disebarluaskan, didanai oleh World Wildlife Fund dan University of Newcastle, mengklaim asupan mingguan rata-rata 5 gram mikroplastik—setara dengan kartu kredit. Tinjauan ini terhadap 59 studi sebelumnya mencampur hitungan partikel dan pengukuran massa, mengandalkan estimasi seperti menerapkan data air laut ke air minum, yang membesar-besarkan hasil. Analisis selanjutnya memperbaiki ini, memperkirakan asupan aktual sebesar 0,0041 miligram per minggu, sebanding dengan kurang dari sebutir garam. Dengan laju tersebut, dibutuhkan lebih dari 23.000 tahun untuk menelan setara kartu kredit. Simulasi memprediksi akumulasi seumur hidup sebesar 12,2 miligram, dengan hanya 41 nanogram diserap oleh tubuh. 1960nKekhawatiran tentang metode deteksi telah muncul; misalnya, menguapkan sampel jaringan dapat menghasilkan positif palsu dari molekul lemak yang menyerupai plastik. Studi hewan, seperti pada tikus yang diberi 1 gram harian—jauh melebihi paparan realistis—menunjukkan perubahan perilaku dan peradangan. Studi pada babi dengan 1 gram mingguan mencatat efek pada 86 gen dan stres oksidatif di pankreas. Namun, laporan World Health Organization 2022 menyoroti bahwa eksperimen semacam itu menggunakan dosis tinggi yang tidak realistis dan partikel lebih besar, dengan sirkulasi mikroplastik yang berbeda antara hewan pengerat dan manusia. 1960nPada manusia, satu studi menghubungkan mikroplastik di plak arteri dengan tingkat serangan jantung dan stroke yang lebih tinggi, tetapi hanya menetapkan korelasi, bukan kausalitas. Bahan kimia dalam mikroplastik mungkin merembes, namun simulasi usus menunjukkan peningkatan jaringan yang tidak signifikan, karena dapat keluar melalui feses. Risiko potensial seperti pengangkutan racun atau gangguan imun masih belum terbukti dibandingkan polutan lain. Bidang ini kekurangan data solid, sehingga peneliti merekomendasikan untuk memfokuskan kekhawatiran ke hal lain sambil menunggu bukti lebih lanjut.