Jhon LBF serahkan donasi Rp100 juta kepada YTR korban penyekapan Bandung

Pengusaha Jhon LBF menyerahkan donasi Rp100 juta kepada YTR, korban penyekapan dan penganiayaan di Kabupaten Bandung. Bantuan diserahkan pada 1 Juli 2026 dan diterima langsung oleh ibu serta kakak korban.

Jhon LBF mengumumkan penyerahan donasi tersebut melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Ia menyatakan bantuan tunai itu diberikan untuk meringankan beban keluarga korban selama proses pemulihan.

YTR saat ini masih menjalani perawatan medis dengan pengawasan ketat dokter dan belum dapat menerima tamu. Keinginan korban yang disampaikan adalah dapat melihat kembali.

Sebelumnya, korban telah menerima jaminan biaya pengobatan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta donasi Rp250 juta dari Dedi Mulyadi. Jhon LBF juga mengajak masyarakat mengawal proses hukum kasus tersebut.

Artikel Terkait

Emotional family reunion with alleged captivity victim YTR at a hospital in Bandung.
Gambar dihasilkan oleh AI

Family of YTR reveals moments of finding alleged captivity victim in Bandung

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

The family of YTR, a victim of alleged three-year captivity in Bandung district, revealed how they finally reunited with her after receiving a call from the hospital.

Presidential Chief of Staff Dudung Abdurachman visited victim YTR at RSHS Bandung and conveyed President Prabowo Subianto’s attention to the captivity and torture case she endured.

Dilaporkan oleh AI

West Java Governor Dedi Mulyadi has offered a Rp 250 million reward to anyone who locates or captures Taufik Hidayat, the suspect in the confinement and abuse of Yuvita Tri Rezeki in Bandung.

Three TNI soldiers accused of kidnapping and murdering bank branch head MIP apologized tearfully at the Military Court II-08 in Jakarta. They admitted being motivated by promises of Rp 200 million and economic factors. The hearing took place on Tuesday in Cakung, East Jakarta.

Dilaporkan oleh AI

Presenter Anwar Sanjaya handed over all pocket money received from Hanania Group to police after being questioned as a witness in an alleged Umrah fund fraud case.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak