Kemenag siapkan konten edukasi cegah penyebaran perilaku LGBTQ

Kementerian Agama menyiapkan konten edukasi untuk mencegah penyebaran perilaku LGBTQ sesuai Perpres Nomor 111 Tahun 2025. Langkah ini diambil karena isu tersebut dianggap ancaman nonmiliter terhadap pertahanan negara.

Wamenag Romo Muhammad Syafi’i menyatakan di Jakarta pada Senin bahwa Kemenag perlu mengambil posisi jelas terkait LGBTQ karena menyangkut nilai agama, martabat kemanusiaan, pendidikan, serta ketahanan bangsa.

Ia menyebut telah berdiskusi dengan tokoh agama dari berbagai keyakinan. Semua menyatakan perilaku LGBTQ tidak dibenarkan dalam ajaran mereka.

Menurut Syafi’i, kebijakan harus tetap dalam koridor Pancasila dan UUD 1945. Sila pertama Pancasila tentang Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi landasan utama.

Artikel Terkait

Illustration of Quran-memorizing students reporting Sheikh Ahmad Al Misry to Indonesian police for alleged sexual harassment.
Gambar dihasilkan oleh AI

Sheikh Ahmad Al Misry reported for alleged sexual harassment of five students

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Five male students who have memorized at least 10 juz of the Quran have reported Sheikh Ahmad Al Misry to Bareskrim Polri for alleged same-sex sexual harassment since 2017. The case, internally resolved in 2021, resurfaced after Oki Setiana Dewi's 2025 interview revealed ongoing behavior. Sheikh Ahmad Al Misry is currently in Egypt as the investigation proceeds.

The Ministry of Social Affairs plans to involve AKMIL cadets in training Sekolah Rakyat students. Lawmaker Sandi Fitrian Noor welcomed the idea but warned against any perception of militarization in education.

Dilaporkan oleh AI

The Regional Office of the Ministry of Religious Affairs in Jambi Province has begun restricting gadget use in public and private madrasahs to protect children from online gambling and harmful digital content.

Preacher Syekh Ahmad Al Misry has strongly denied allegations of same-sex sexual harassment against male santri, including minors. Main reporter Habib Mahdi Alatas revealed severe victim trauma and methods like 'physical checks'. The case has drawn widespread attention in Jakarta.

Dilaporkan oleh AI

Indonesia's Human Rights Minister Natalius Pigai stated that Saiful Mujani's alleged call for a coup is not protected by the constitution as it risks national instability. He made the remarks during a press conference at the Ministry of Human Rights office in South Jakarta. Pigai emphasized the government's commitment to protecting constructive criticism.

A public discussion in Jakarta on June 4, 2026, examined plans by the Defense Ministry to form Territorial Development Battalions.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak