Kiai S diduga peleceh 50 santriwati di pesantren Pati ditangkap polisi

Seorang kiai berinisial S, pengurus pesantren Ndolo Kusumo di Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, telah diamankan polisi atas dugaan pencabulan terhadap sekitar 50 santriwati di bawah umur. Beberapa korban dilaporkan hamil akibat perbuatan tersebut. Wakil Menteri Agama menyerukan hukuman berat bagi pelaku.

Kasus dugaan kekerasan seksual di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terungkap setelah warga mendatangi pesantren untuk memprotes. Massa meneriakkan "Kyai Temvek" sambil mengepung lokasi pada Selasa, 5 Mei 2026. Perbuatan kiai berinisial S ini diduga berlangsung sejak 2024, dengan korban mayoritas dari keluarga kurang mampu yang diintimidasi agar patuh.

Beberapa santriwati hamil dan diduga dipaksa menikah dengan santri lain. Aparat kepolisian telah mengamankan tersangka dan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Lembaga Bantuan Hukum menyatakan siap mendampingi korban secara gratis.

Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii, pada Senin 4 Mei 2026, menegaskan, "Tidak ada toleransi. Tidak ada perlindungan bagi pelaku. Siapa pun yang terlibat akan berhadapan dengan hukum dan sanksi administratif yang berat." Kementerian Agama menginstruksikan pesantren menghentikan penerimaan santri baru, menonaktifkan pihak terlibat, dan membenahi tata kelola.

Kemenag juga mengancam pencabutan izin operasional jika instruksi tidak dipatuhi, sambil mengkoordinasikan penanganan lintas sektor untuk pemulihan korban dan penguatan perlindungan anak di pesantren.

Artikel Terkait

Illustration of Kiai Ashari fleeing from the pesantren in Pati while being pursued by police.
Gambar dihasilkan oleh AI

Kiai Ashari suspect in santriwati abuse case reportedly flees Pati

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Kiai Ashari, caretaker of Pondok Pesantren Ndolo Kusumo in Pati Regency, Central Java, is suspected of having disappeared after being named a suspect in the sexual abuse of dozens of santriwati. This follows earlier reports that police had secured the suspect amid public protests. Officers are now hunting him and have issued a second summons dated 7 May 2026.

Police arrested Kiai Ashari, caretaker of Pondok Pesantren Ndolo Kusumo in Pati district, on Thursday morning, 7 May 2026, in Purwantoro, Wonogiri. He is accused of sexually abusing dozens of santriwati by exploiting religious doctrine.

Dilaporkan oleh AI

A 12-year-old boy with initials NS died allegedly from abuse by his stepmother in Sukabumi Regency, West Java. The Indonesian Child Protection Commission (KPAI) describes the case as filicide and urges swift legal proceedings. The House of Representatives (DPR) pledges to monitor the case through to trial.

Indonesia's Corruption Eradication Commission (KPK) is investigating communications between former Pati Regent Sudewo and the local DPRD chairman regarding an impeachment issue, along with the role of his 'team eight' in conditioning projects and elections. Witnesses were examined on February 24, 2026, to uncover alleged extortion in village positions and railway project bribery. The case stems from a sting operation on January 19, 2026.

Dilaporkan oleh AI

PT Kereta Api Indonesia's Daop 1 Jakarta has vowed zero tolerance for sexual harassment on trains, promising tough sanctions including police reports and blacklisting. Manager of Public Relations Franoto Wibowo made the statement on Kartini Day. The company has implemented various prevention measures.

Polda Metro Jaya has detained two former employees of the Ministry of Agriculture suspected in a Rp5.94 billion corruption case involving travel funds. The arrests took place in South Sumatra on March 9 and 10, 2026. The case originated from a complaint by the ministry accompanied by a BPKP audit.

Dilaporkan oleh AI

Police in South Jakarta are investigating an alleged indecent act by a young couple in an online taxi on February 10, 2026. The incident went viral on social media after the driver posted dashcam footage showing the passengers ignoring his scolding. Authorities are now pursuing the couple's identities in coordination with the driver.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak