Peneliti di University of Victoria menemukan bahwa protein Reelin dapat membantu memperbaiki usus bocor akibat stres kronis dan meredakan gejala depresi. Satu suntikan tunggal memulihkan kadar Reelin pada model praklinis, menunjukkan efek antidepresan. Temuan ini menyoroti hubungan usus-otak dalam kesehatan mental.
Stres kronis mengganggu penghalang usus, menyebabkan peningkatan permeabilitas yang dikenal sebagai usus bocor, yang memungkinkan bakteri berbahaya dan racun masuk ke aliran darah dan memicu peradangan yang dapat memperburuk gangguan depresi mayor (MDD). Sebuah studi dari University of Victoria, yang diterbitkan di jurnal Chronic Stress pada 2025, mengidentifikasi Reelin—glikoprotein yang ada di otak, darah, hati, dan usus—sebagai pemain kunci dalam menjaga kesehatan usus dan mendukung fungsi otak. Dalam model praklinis, stres kronis menurunkan kadar Reelin di usus. Namun, pemberian satu suntikan intravena 3 µg Reelin menormalkan kadar tersebut dan mempromosikan pembaruan sehat lapisan usus, yang biasanya mengganti sel setiap empat hingga lima hari. Penelitian sebelumnya menghubungkan rendahnya Reelin di otak dengan MDD pada manusia dan hewan pengerat, dan suntikan serupa pada hewan yang stres menghasilkan efek seperti antidepresan. Hector Caruncho, profesor ilmu medis di UVic dan penulis koresponden studi, menekankan sumbu usus-otak: «Studi ini bertujuan memahami peran Reelin di usus, terutama di bawah kondisi stres kronis. Sumbu usus-otak menjadi esensial untuk memahami banyak gangguan psikiatri, termasuk depresi.» Ciara Halvorson, penulis utama dan mahasiswa PhD neurosains di UVic, mencatat implikasi yang lebih luas: «Secara keseluruhan, hasil ini dapat memiliki implikasi penting untuk pengelolaan gangguan depresi mayor. Ini terutama benar bagi orang yang hidup dengan depresi dan kondisi gastrointestinal.» Penelitian ini, didukung oleh Canadian Institutes of Health Research (CIHR) dan Natural Sciences and Engineering Research Council of Canada (NSERC), menunjukkan bahwa terapi berbasis Reelin dapat menargetkan integritas usus dan gejala depresi, meskipun diperlukan studi lebih lanjut sebelum aplikasi klinis. Studi lengkap, berjudul «An Intravenous Injection of Reelin Rescues Endogenous Reelin Expression and Epithelial Cell Apoptosis in the Small Intestine Following Chronic Stress», tersedia dengan DOI: 10.1177/24705470251381456.