Studi menemukan konsumsi daging sapi harian tidak memperburuk kadar gula darah pada penderita prediabetes

Sebuah uji coba acak menunjukkan bahwa orang dewasa dengan prediabetes tidak mengalami perubahan negatif pada kontrol gula darah atau fungsi insulin setelah mengonsumsi daging sapi setiap hari selama sebulan. Temuan ini sesuai dengan hasil diet berbasis daging unggas.

Para peneliti melakukan uji coba silang terhadap 24 orang dewasa yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas dan prediabetes. Peserta mengikuti dua diet selama 28 hari, satu dengan 6 hingga 7 ons daging sapi setiap hari dan satu lagi dengan daging unggas, yang dipisahkan oleh periode jeda (washout). Makanan yang disajikan mencakup hidangan seperti fajita, burger, dan tumisan yang disiapkan dengan daging yang telah ditentukan.

Artikel Terkait

Illustration of laboratory mice demonstrating effects of a sucrose-free diet on glucose tolerance and gut health.
Gambar dihasilkan oleh AI

Peneliti melaporkan tikus yang diberi diet rendah lemak bebas sukrosa mengalami gangguan kontrol glukosa dan peradangan usus

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

Menghilangkan sukrosa dari diet rendah lemak memperburuk toleransi glukosa dan mengubah mikrobioma usus pada tikus selama 16 minggu, menurut hasil yang dipresentasikan pada Sabtu, 13 Juni 2026, di ENDO 2026, pertemuan tahunan Endocrine Society di Chicago.

Sebuah studi jangka panjang berskala besar menemukan bahwa mengonsumsi kentang goreng secara rutin meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2, sementara olahan kentang lainnya tidak menunjukkan hubungan yang sama. Para peneliti melacak lebih dari 205.000 orang selama hampir empat dekade dan mempublikasikan temuan mereka di The BMJ. Hasil penelitian ini menyoroti bagaimana metode persiapan dan makanan pengganti memengaruhi hasil kesehatan.

Dilaporkan oleh AI

Sebuah uji klinis besar di Spanyol menunjukkan bahwa modifikasi diet Mediterania, dikombinasikan dengan pembatasan kalori, aktivitas fisik, dan dukungan profesional, mengurangi risiko diabetes tipe 2 sebesar 31 persen selama enam tahun. Temuan ini berasal dari studi PREDIMED-Plus yang melibatkan hampir 5.000 orang dewasa dengan kelebihan berat badan atau obesitas.

Orang dewasa berusia 65 tahun ke atas yang rutin mengonsumsi telur memiliki peluang lebih rendah terkena penyakit Alzheimer, menurut penelitian baru dari Loma Linda University Health. Studi tersebut menemukan bahwa mengonsumsi setidaknya lima butir telur per minggu dikaitkan dengan penurunan risiko hingga 27 persen. Bahkan asupan dalam jumlah sedang pun menunjukkan manfaat yang terukur.

Dilaporkan oleh AI

Para peneliti di Osaka Metropolitan University menemukan bahwa tikus sangat menyukai makanan kaya karbohidrat seperti roti dan nasi, yang menyebabkan kenaikan berat badan bahkan tanpa peningkatan asupan kalori. Hewan-hewan tersebut membakar lebih sedikit energi, sehingga menumpuk lemak karena perubahan metabolisme. Temuan ini menantang asumsi mengenai karbohidrat dan obesitas.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak