Astronom menantang teori tentang bagaimana bintang menyebarkan unsur-unsur kehidupan

Pengamatan terhadap bintang raksasa merah R Doradus mengungkapkan bahwa cahaya bintang saja tidak dapat mendorong angin bintangnya yang kuat, bertentangan dengan model astronomi lama. Peneliti di Chalmers University of Technology di Swedia menggunakan teleskop canggih untuk menunjukkan bahwa butir debu di sekitarnya terlalu kecil untuk didorong oleh tekanan cahaya. Penemuan ini mendorong ide-ide baru tentang bagaimana unsur esensial untuk kehidupan didistribusikan di seluruh galaksi.

Bintang raksasa merah seperti R Doradus memainkan peran krusial dalam memperkaya ruang antarbintang dengan unsur seperti karbon, oksigen, dan nitrogen, yang vital untuk membentuk planet dan mendukung kehidupan. Selama puluhan tahun, para ilmuwan mengasumsikan bahwa angin bintang-bintang ini didorong oleh cahaya bintang yang mendorong butir debu yang baru terbentuk. Namun, studi terbaru menantang pandangan ini berdasarkan pengamatan rinci terhadap R Doradus, yang terletak 180 tahun cahaya di konstelasi Dorado. Tim peneliti, yang dipimpin oleh astronom di Chalmers University of Technology, menggunakan instrumen Sphere pada Very Large Telescope European Southern Observatory di Paranal Observatory di Chili. Dengan menganalisis cahaya terpolarisasi pada berbagai panjang gelombang, mereka menentukan bahwa butir debu di sekitar R Doradus berukuran sekitar satu per sepuluh ribu milimeter. Simulasi komputer mengonfirmasi bahwa butir-butir ini terlalu kecil sehingga cahaya tidak dapat memberikan gaya yang cukup untuk mendorong angin keluar ke angkasa. «Kami pikir kami punya gagasan bagus tentang bagaimana proses itu bekerja. Ternyata kami salah. Bagi kami sebagai ilmuwan, itu hasil paling menarik,» kata Theo Khouri, pemimpin studi bersama. R Doradus, bintang cabang raksasa asimtotik mirip dengan apa yang akan menjadi Matahari miliaran tahun dari sekarang, melepaskan material setara sepertiga massa Bumi setiap dekade. Data teleskop ALMA sebelumnya menunjukkan gelembung besar di permukaannya, menunjukkan alternatif seperti gerakan konvektif, denyut bintang, atau episode pembentukan debu mendadak yang mungkin meluncurkan angin. «Meskipun penjelasan paling sederhana tidak berhasil, ada alternatif menarik untuk dieksplorasi,» catat Wouter Vlemmings, penulis bersama dan profesor di Chalmers. Temuan, yang diterbitkan di jurnal Astronomy & Astrophysics, menyoroti kebutuhan penelitian lebih lanjut tentang proses dinamis ini. Studi ini bagian dari proyek yang lebih luas didanai oleh Knut and Alice Wallenberg Foundation, melibatkan kolaborasi dengan University of Gothenburg.

Artikel Terkait

Bintang mirip Matahari yang berjarak 3.000 tahun cahaya tiba-tiba meredup selama sembilan bulan, mengungkap awan gas dan debu kolosal yang kemungkinan berasal dari tabrakan planet. Astronom menggunakan teleskop canggih untuk mengukur angin logam di dalam awan untuk pertama kalinya. Peristiwa ini menyoroti kekacauan yang sedang berlangsung di sistem bintang kuno.

Dilaporkan oleh AI

Para astronom telah mengonfirmasi keberadaan bintang lubang hitam di milyar tahun pertama alam semesta, berdasarkan pengamatan dari Teleskop Luar Angkasa James Webb. Objek-objek ini, yang dikenal sebagai titik merah kecil, adalah bola gas besar yang didukung oleh lubang hitam pusat yang bersinar seperti bintang raksasa. Penemuan ini menyelesaikan misteri kunci tentang galaksi-galaksi kompak dan terang ini.

Astronom menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb telah mengamati awan helium besar yang melarikan diri dari eksoplanet super-puff WASP-107b, menandai deteksi pertama semacamnya oleh observatorium tersebut. Penemuan ini mengungkapkan bagaimana radiasi bintang yang intens menghilangkan gas dari atmosfer planet yang mengembang. Pengamatan ini memberikan wawasan kunci tentang pelarian atmosfer dan evolusi planet.

Dilaporkan oleh AI

Teleskop Luar Angkasa James Webb telah menghasilkan gambar inframerah paling detail hingga saat ini dari Nebula Helix, yang menampilkan bintang yang sekarat melepaskan lapisan luarnya. Gambar close-up ini mengungkap simpul gas yang bersinar dibentuk oleh angin bintang dan menyoroti peran nebula dalam mendaur ulang material untuk bintang dan planet baru. Terletak 650 tahun cahaya di Aquarius, nebula ini menawarkan wawasan tentang masa depan potensial Matahari kita.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak