BNPB terapkan validasi biometrik untuk pencairan DTH

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerapkan validasi biometrik dalam penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi korban bencana di Sumatera, sehingga penerima tidak perlu membawa KTP atau kartu keluarga. Skema ini memanfaatkan data sidik jari dan foto dari rekam kependudukan untuk memastikan identitas. Tujuannya agar bantuan tetap tersalurkan meski dokumen hilang akibat bencana.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meluncurkan mekanisme validasi biometrik untuk memperlancar penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada warga terdampak bencana di Sumatera. Langkah ini diambil agar korban yang kehilangan atau kerusakan dokumen kependudukan tetap bisa menerima bantuan finansial sementara.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa skema DTH dirancang adaptif sesuai kondisi lapangan. BNPB memanfaatkan basis data kependudukan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), termasuk sidik jari dan foto.

"Begitu saudara-saudara kita datang ke bank atau melalui layanan jemput bola, mereka tinggal melakukan validasi biometrik," ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers di Jakarta pada Sabtu (10/1/2026).

Proses pengusulan penerima dilakukan secara bertahap: pemerintah desa mengajukan data, kecamatan memvalidasi, dan bupati atau wali kota mengesahkannya melalui surat keputusan by name by address. Data kemudian diverifikasi ulang dengan database Kemendagri sebelum pencairan.

BNPB tidak menunggu pengumpulan data lengkap. Data yang telah disahkan langsung diproses, sementara data tambahan menyusul di tahap berikutnya. Hal ini memungkinkan korban segera mendapatkan dukungan untuk kebutuhan dasar.

"Apakah sudah semuanya tercakup? Belum. Jadi kami tidak menunggu data lengkap terlebih dahulu. Data yang terkumpul, di-SK-kan, lalu kami cairkan," tambah Abdul.

Bantuan DTH diberikan selama tiga bulan, yakni Desember, Januari, dan Februari. Setelah itu, BNPB akan mengevaluasi apakah perlu diperpanjang atau dihentikan, seiring kemajuan pembangunan hunian tetap di wilayah terdampak.

Artikel Terkait

Indonesian military and police rescue families from floods and landslides in Sumatra, with displaced survivors in background amid ongoing disaster.
Gambar dihasilkan oleh AI

Pemerintah tunggu usulan BNPB untuk tambahan anggaran banjir Sumatera

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menewaskan 867 orang hingga 5 Desember 2025, dengan ribuan mengungsi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan dana tambahan siap disiapkan setelah usulan dari BNPB. Upaya penanganan melibatkan TNI, Polri, dan bantuan swasta untuk evakuasi serta logistik.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melibatkan aktif masyarakat korban banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara dalam sosialisasi pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap). Keterlibatan ini bertujuan memastikan proses transparan dan berkelanjutan. Sosialisasi dilakukan di Kantor Desa Sibalanga, Tapanuli Utara, disertai peninjauan rumah contoh huntara.

Dilaporkan oleh AI

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai bagian dari Danantara mengerahkan relawan dan bantuan untuk tanggap darurat serta pemulihan pascabencana di Sumatera. Pada 19 Desember, acara pelepasan relawan di Medan melibatkan 1.066 relawan dan 109 truk bantuan, dengan Aceh sebagai prioritas awal.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berhasil mengumpulkan Rp75,85 miliar melalui gerakan donasi nasional dalam waktu satu jam untuk korban banjir dan longsor di Sumatera. Aksi kemanusiaan ini digelar di Kementan Jakarta pada 2 Desember 2025, melibatkan pegawai dan mitra usaha. Bencana sejak akhir November telah menewaskan 604 orang dan memengaruhi 1,5 juta jiwa.

Dilaporkan oleh AI

Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November 2025 telah menewaskan 753 orang dan memengaruhi 3,3 juta jiwa. Pemerintah mengerahkan bantuan logistik melalui udara dan laut, sementara organisasi seperti MER-C dan Waskita Karya turut membantu relawan dan paket sembako. Beberapa tokoh mendesak penetapan status bencana nasional untuk penanganan lebih efektif.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI menyalurkan Rp32 miliar tunjangan khusus kepada 16.467 pendidik dan tenaga kependidikan di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Jawa Timur yang terdampak bencana. Tunjangan ini diberikan secara bertahap mulai Desember 2025 hingga Februari 2026 untuk mendukung layanan pendidikan darurat. Upaya ini bagian dari komitmen pemerintah memastikan hak belajar anak tetap terpenuhi pasca-bencana banjir dan longsor yang menewaskan 1.137 orang.

Dilaporkan oleh AI

Presiden Prabowo Subianto membentuk satuan tugas rekonstruksi lintas kementerian untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera. Pengumuman ini disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada 15 Desember 2025, dengan dukungan anggaran dari efisiensi APBN sebesar Rp60 triliun. Fokus utama mencakup infrastruktur, energi, dan pangan di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak