BNPB libatkan warga dalam sosialisasi pembangunan huntap di Sumut

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melibatkan aktif masyarakat korban banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara dalam sosialisasi pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap). Keterlibatan ini bertujuan memastikan proses transparan dan berkelanjutan. Sosialisasi dilakukan di Kantor Desa Sibalanga, Tapanuli Utara, disertai peninjauan rumah contoh huntara.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah mendampingi sosialisasi program hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) kepada calon penerima bantuan di Kantor Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Utara. Sosialisasi ini mencakup penjelasan mekanisme bantuan, tahapan pembangunan, serta hak dan kewajiban masyarakat selama proses pemulihan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar proses pembangunan hunian berjalan transparan, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Selain sosialisasi, BNPB juga melakukan peninjauan langsung rumah contoh huntara di Desa Sibalanga sebagai referensi teknis. Rumah contoh tersebut dirancang aman, layak, dan tangguh bencana, sekaligus menjadi model standar untuk huntap.

Pemerintah telah memetakan 5.974 rumah rusak berat akibat bencana banjir bandang disertai longsor pada 25 November 2025 di Sumatera Utara. Rencana pembangunan 2.524 unit huntara saat ini memasuki tahap identifikasi dan penyiapan lahan di wilayah seperti Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Langkat, dengan lahan seluas tiga hektare untuk 200 unit di Langkat. Khusus Tapanuli Utara, peletakan batu pertama dijadwalkan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruar Siarait pada 21 Desember 2025.

Bencana tersebut telah menewaskan 369 orang di 12 dari 19 kabupaten/kota, termasuk 36 di Tapanuli Utara dan 131 di Tapanuli Tengah. Di Kota Sibolga, 1.232 warga masih mengungsi di 16 titik. BNPB juga menyatakan bahwa korban yang tidak tinggal di huntara dapat menerima bantuan dana.

Artikel Terkait

Indonesian military and police rescue families from floods and landslides in Sumatra, with displaced survivors in background amid ongoing disaster.
Gambar dihasilkan oleh AI

Pemerintah tunggu usulan BNPB untuk tambahan anggaran banjir Sumatera

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menewaskan 867 orang hingga 5 Desember 2025, dengan ribuan mengungsi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan dana tambahan siap disiapkan setelah usulan dari BNPB. Upaya penanganan melibatkan TNI, Polri, dan bantuan swasta untuk evakuasi serta logistik.

PT Pos Indonesia terus menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat di wilayah bencana Aceh Timur, Langsa, dan Aceh Tamiang meski menghadapi kendala infrastruktur. Sementara itu, Bank Mandiri berkolaborasi dengan BUMN lain untuk membangun 600 unit Rumah Hunian Sementara di Aceh Tamiang, yang ditinjau langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada 1 Januari 2026.

Dilaporkan oleh AI

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerapkan validasi biometrik dalam penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi korban bencana di Sumatera, sehingga penerima tidak perlu membawa KTP atau kartu keluarga. Skema ini memanfaatkan data sidik jari dan foto dari rekam kependudukan untuk memastikan identitas. Tujuannya agar bantuan tetap tersalurkan meski dokumen hilang akibat bencana.

Pasca banjir bandang yang menewaskan lebih dari 1.000 orang di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, otoritas melakukan penilaian dampak kemiskinan dan mendukung pemulihan masyarakat. Jumlah pengungsi menurun seiring distribusi bantuan yang berlanjut, termasuk pembersihan masjid untuk ibadah pertama setelah bencana.

Dilaporkan oleh AI

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan percepatan penanganan darurat bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, serta Sumatra Barat sejak hari pertama kejadian. Pemerintah mengerahkan pesawat TNI AU untuk mengirim bantuan logistik, sementara tantangan seperti jalan putus dan komunikasi terganggu mempersulit evakuasi. Fenomena siklon tropis Senyar menjadi pemicu utama cuaca ekstrem tersebut.

Wali Nanggroe Aceh Tgk Malik Mahmud Al Haythar bersuara soal bencana banjir dan longsor yang menewaskan ratusan orang di Sumatera, khususnya Aceh. Ia menyerukan investigasi mendalam terhadap pemicu bencana seperti deforestasi dan pembalakan liar. Selain itu, ia mendesak reformasi sistemik untuk mencegah kejadian serupa.

Dilaporkan oleh AI

Pemerintah berencana melakukan operasi modifikasi cuaca di lokasi longsor Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat, untuk memudahkan pencarian korban yang masih hilang. Bencana yang terjadi pada 24 Januari 2026 menewaskan 10 orang dan menimbun 30 rumah. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjanjikan bantuan Rp10 juta per kepala keluarga untuk hunian sementara.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak