Senyawa rempah bersinergi untuk tingkatkan efek antiinflamasi hingga ratusan kali lipat

Para peneliti di Tokyo University of Science telah menemukan bahwa kombinasi senyawa tanaman umum dari mint, eukaliptus, dan cabai secara dramatis meningkatkan efek antiinflamasi pada sel imun. Pasangan tertentu memperkuat respons hingga beberapa ratus kali lipat dibandingkan penggunaan secara individu. Temuan ini, yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients, menunjukkan potensi pendekatan diet baru untuk melawan peradangan kronis.

Tim yang dipimpin oleh Profesor Gen-ichiro Arimura di Tokyo University of Science menguji fitokimia pada makrofag murine, sel imun yang menjadi pusat peradangan. Sel-sel tersebut dipaparkan pada lipopolisakarida untuk meniru infeksi, lalu diberi perlakuan mentol dari mint, 1,8-cineole dari eukaliptus, kapsaisin dari cabai, dan β-eudesmol dari hop dan jahe, baik secara tunggal maupun kombinasi. Kapsaisin menunjukkan efek tunggal terkuat, tetapi sinergi muncul dalam campuran, Profesor Arimura menjelaskan: 'Ketika kapsaisin dan mentol atau 1,8-cineole digunakan bersamaan, efek antiinflamasi mereka meningkat beberapa ratus kali lipat dibandingkan ketika masing-masing senyawa digunakan sendiri.'

Artikel Terkait

Cryo-EM images illustrating TRPM8 channel activation by cold temperatures and menthol for cooling sensation research.
Gambar dihasilkan oleh AI

Gambar cryo-EM menunjukkan bagaimana saluran TRPM8 merasakan dingin dan efek pendinginan mentol

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

Para ilmuwan telah menangkap gambar struktural rinci TRPM8—yang sering digambarkan sebagai “sensor dingin” tubuh—yang menunjukkan bagaimana saluran tersebut merespons suhu dingin dan mentol, senyawa di balik sensasi dingin mint. Pekerjaan ini, yang dipresentasikan pada Pertemuan Tahunan Biophysical Society ke-70 di San Francisco, membantu menjelaskan dasar molekuler sensasi dingin dan dapat membantu pengembangan obat untuk kondisi termasuk mata kering dan gangguan nyeri.

Polifenol, senyawa tanaman alami yang bertindak sebagai antioksidan, membantu mengurangi peradangan dan mendukung kesehatan, menurut para ahli yang dikutip dalam artikel Vogue. Ahli diet yang terdaftar merekomendasikan untuk memasukkan buah beri, cokelat hitam, kopi, artichoke, apel, kacang-kacangan, biji-bijian, dan rempah-rempah. Makanan-makanan ini menyediakan polifenol dalam jumlah yang bervariasi, dengan manfaat yang terkait dengan pencegahan penyakit.

Dilaporkan oleh AI

Penelitian klinis terbaru menunjukkan bahwa ekstrak propolis dari HDI Propoelix dapat mendukung sistem imun pada pasien dengan gangguan metabolik seperti diabetes, obesitas, dan hipertensi. Studi ini dilakukan selama 30 hari di RS Soerojo Magelang dan dipresentasikan pada seminar di Jakarta pada 7 Maret 2026. Para ahli menekankan bahwa suplemen ini hanya sebagai pelengkap, bukan pengganti terapi medis.

Peneliti telah menemukan mengapa poliamin, senyawa yang dipromosikan untuk manfaat anti-penuaan, juga dapat mempromosikan pertumbuhan kanker. Studi menunjukkan bahwa molekul ini mengaktifkan protein berbeda di sel sehat versus sel kanker, menyebabkan efek yang bertolak belakang. Dipimpin oleh pakar dari Tokyo University of Science, temuan ini diterbitkan di Journal of Biological Chemistry.

Dilaporkan oleh AI

Sebuah tim yang dipimpin oleh David Julius, pemenang Hadiah Nobel Kedokteran tahun 2021, telah menjabarkan mekanisme molekuler bagaimana sel tuft di usus mengirimkan sinyal ke otak untuk menekan nafsu makan selama infeksi parasit. Studi yang diterbitkan hari ini di Nature ini mengidentifikasi komunikasi melalui asetilkolin dan serotonin yang mengaktifkan saraf vagus. Temuan ini dapat membantu pengobatan untuk kondisi seperti sindrom iritasi usus besar.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak