Para ilmuwan di Oregon State University melaporkan bahwa mereka telah memantau, detik demi detik, bagaimana ion tembaga mendorong agregasi amiloid-beta—protein yang terkait dengan Alzheimer—dan bagaimana molekul pengikat logam yang berbeda dapat mengganggu atau membalikkan penggumpalan tersebut, menggunakan metode anisotropi fluoresensi yang dijelaskan dalam studi yang diterbitkan di ACS Omega.
Para peneliti di Oregon State University mengatakan mereka telah menangkap detail waktu nyata dari proses kimia yang terkait dengan penyakit Alzheimer dengan melacak bagaimana ion tembaga berinteraksi dengan amiloid-beta, sebuah fragmen protein yang dipelajari secara luas karena perannya dalam patologi Alzheimer.
Dalam studi yang diterbitkan di ACS Omega, tim yang dipimpin oleh kimiawan Oregon State, Marilyn Rampersad Mackiewicz, menggunakan teknik yang disebut anisotropi fluoresensi untuk memantau agregasi amiloid yang dipicu oleh tembaga saat terjadi, alih-alih hanya mengukur kondisi akhirnya. Pendekatan ini, menurut laporan mereka, memungkinkan mereka untuk mengukur seberapa cepat agregasi terbentuk dan bagaimana perubahannya ketika senyawa pengikat logam yang berbeda diperkenalkan.
Makalah tersebut membandingkan dua jenis kelator: EDTA, yang dijelaskan dalam laporan tersebut sebagai kelator logam non-selektif yang bekerja secara luas, dan Ni-Bme-Dach, senyawa yang digambarkan oleh para peneliti lebih selektif terhadap tembaga dalam konteks eksperimental ini. Tim melaporkan bahwa Ni-Bme-Dach menunjukkan kemampuan untuk mengganggu atau membalikkan agregasi amiloid yang terkait dengan tembaga dalam kondisi pengujian mereka.
Mackiewicz mengatakan bahwa pengukuran waktu nyata membantu mengalihkan fokus dari sekadar bertanya apakah suatu senyawa memengaruhi agregasi menjadi memeriksa kapan dan bagaimana senyawa tersebut melakukannya. Pekerjaan ini dilakukan bersama penulis pendamping sarjana Alyssa N. Schroeder (Oregon State) serta Eleanor K. Adams, Dane C. Frost, Erica Lopez, dan Jennie R. Giacomini (Portland State University), menurut catatan jurnal tersebut.
Siaran pers Oregon State menyebutkan bahwa proyek ini melibatkan dukungan dari SURE Science Program universitas tersebut serta donor pribadi Julie dan William Reiersgaard.
Para peneliti menekankan bahwa temuan tersebut menjelaskan pendekatan pengukuran tingkat molekuler dan hasil dalam sistem eksperimental yang terkendali, serta mengatakan bahwa pengujian lebih lanjut dalam pengaturan yang lebih kompleks secara biologis akan menjadi langkah logis berikutnya.