Police arrest suspect in Depok school bomb threat hoax, laptop with fake email visible.
Police arrest suspect in Depok school bomb threat hoax, laptop with fake email visible.
Gambar dihasilkan oleh AI

Polisi tetapkan tersangka teror bom di 10 sekolah Depok

Gambar dihasilkan oleh AI

Polisi Resor Metro Depok menetapkan seorang pria berinisial H sebagai tersangka dalam kasus ancaman bom terhadap 10 sekolah di Depok, Jawa Barat, pada 23 Desember 2025. Tersangka memilih sekolah secara acak menggunakan metode seperti AI untuk mengirim email palsu atas nama mantan pacarnya, Kamila Hamdi. Motifnya adalah kekecewaan karena lamaran ditolak dan keinginan mencari perhatian.

Pada Selasa, 23 Desember 2025, 10 sekolah di Depok menerima email ancaman bom yang mengatasnamakan Kamila Luthfia Hamdi sebagai korban pemerkosaan yang diabaikan polisi. Sekolah-sekolah tersebut meliputi SMA Arrahman, SMA Al Mawaddah, SMA 4 Depok, SMA PGRI 1, SMA Bintara Depok, SMA Budi Bakti, SMA Cakra Buana, SMA 7 Sawangan, SMA Nururrahman, dan SMAN 6 Depok. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Depok, Kompol Made Oka, menyatakan bahwa ancaman tersebut tidak terbukti dan penyisiran dilakukan tanpa temuan bom.

Tersangka H, laki-laki berusia 23 tahun lahir di Semarang pada 7 April 2002, ditetapkan setelah penyelidikan menemukan perangkat di rumahnya yang digunakan untuk mengirim email. Made Oka menjelaskan, "Untuk sekolah yang dipilih itu dilakukan secara random semacam AI dan Chat GPT, dia mencari alamat tersebut dan dikirimkan secara random." H juga alumni salah satu sekolah yang diancam dan memiliki riwayat pengancaman terhadap Kamila, termasuk pesanan fiktif dan akun media sosial palsu.

Motif utama adalah kekecewaan H karena lamaran pernikahannya ditolak keluarga Kamila, mantan pacarnya sejak 2022. "Motif dari tersangka untuk melakukan peneroran ataupun tindak pidana ini adalah tersangka merasa kecewa karena lamarannya di tolak oleh keluarga Kamila Hamdi," ujar Made Oka pada Jumat, 26 Desember 2025. Kamila telah diperiksa dan mengklaim emailnya diretas, meskipun polisi membantah keterlibatannya.

H dijerat Pasal 45B juncto Pasal 29 UU ITE, Pasal 335 KUHP, dan Pasal 336 Ayat 2 KUHP. Polisi akan melakukan pemeriksaan psikologi lebih lanjut. Kasus ini menyoroti bahaya penyalahgunaan teknologi untuk teror, meskipun tidak ada korban jiwa.

Artikel Terkait

Illustration of FH UI students accused of verbal sexual harassment in group chat facing campus probe and victim demands for dismissal.
Gambar dihasilkan oleh AI

16 FH UI students alleged to commit verbal sexual harassment

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Sixteen students from Universitas Indonesia's Faculty of Law (FH UI) are alleged to have committed verbal sexual harassment in a group chat, targeting female students and seven female lecturers. The case went viral on social media since April 12, 2026, prompting a campus investigation. Victims' lawyer demands permanent dismissal of the perpetrators.

Sumedang Police have arrested Enjang alias Topan (64), who posed as a TNI member to scam an egg seller in Haurgombong Village, Pamulihan District. The suspect ordered 270 kilograms of eggs under the pretext of a bazaar event, causing the victim a loss of Rp750,000. The case gained attention after going viral on social media.

Dilaporkan oleh AI

Tangerang city police said the viral pocong terror rumor is likely a ploy to commit theft and robbery. Police chief Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah urged residents to stay alert but not panic.

Indonesia's Corruption Eradication Commission (KPK) has named two private sector individuals as new suspects in the 2023-2024 hajj quota corruption case, bringing the total to four. The new suspects are PT Maktour Operations Director Ismail Adham and Kesthuri Association Chairman Asrul Aziz Taba. KPK alleges eight hajj travel agencies affiliated with Asrul profited illicitly up to Rp40.8 billion.

Dilaporkan oleh AI

Police have denied reports that model Ansy Jan De Vries was the victim of a brutal mugging in Kebon Jeruk, West Jakarta. Polda Metro Jaya said the story was made up for fun.

Polda Metro Jaya has detained two former employees of the Ministry of Agriculture suspected in a Rp5.94 billion corruption case involving travel funds. The arrests took place in South Sumatra on March 9 and 10, 2026. The case originated from a complaint by the ministry accompanied by a BPKP audit.

Dilaporkan oleh AI

Police in Bandung arrested two of four muggers who targeted a JNE courier in the Astanaanyar area on Sunday afternoon. The other two remain at large with the victim's motorbike and packages. The incident occurred while the courier sheltered from heavy rain.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak