Andrie Yunus, acid attack survivor, with right eye bandaged after third surgery, in hospital surrounded by medical staff.
Andrie Yunus, acid attack survivor, with right eye bandaged after third surgery, in hospital surrounded by medical staff.
Gambar dihasilkan oleh AI

Mata kanan Andrie Yunus ditutup empat bulan usai operasi ketiga

Gambar dihasilkan oleh AI

Kondisi mata kanan aktivis KontraS Andrie Yunus memburuk setelah operasi ketiganya pada 28 Maret 2026, dengan kebocoran yang mengharuskan penutupan sementara selama empat bulan. Empat prajurit TNI dari BAIS telah ditetapkan sebagai tersangka penyiraman air keras dan ditahan sejak 18 Maret. Presiden Prabowo Subianto menekankan penyelidikan hingga ke dalang kasus tersebut.

Jakarta – Tim medis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menemukan kebocoran pada dinding bola mata kanan Andrie Yunus (27), aktivis KontraS, selama operasi ketiganya pada 28 Maret 2026. Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara, menyatakan, "Selama operasi ditemukan permukaan kornea semakin menipis dan terdapat kebocoran pada dinding bola mata."

Mata kanan ditutup sementara dengan penjahitan kelopak mata untuk melindungi bentuknya selama proses penyembuhan, direncanakan sekitar empat bulan sebelum evaluasi lanjutan. Luka di wajah, leher depan, dada, pundak, dan lengan kanan mulai sembuh dengan cangkok kulit baru, meski area leher belakang masih memerlukan perawatan minggu depan. Secara psikologis, Andrie stabil dengan dukungan intensif.

Puspom TNI menetapkan empat anggota Denma BAIS TNI sebagai tersangka: Letnan Satu SL, Kapten NDP, Letnan Satu BHW, dan Sersan Dua ES dari Angkatan Udara serta Angkatan Laut. Mereka ditahan di Pomdam Jaya Guntur sejak 18 Maret 2026 dan dijerat pasal penganiayaan, kata Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah.

Penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap motif dan peran masing-masing. Sebelumnya, Kepala BAIS Letnan Jenderal Yudi Abrimantyo menyerahkan jabatannya pada 25 Maret sebagai bentuk pertanggungjawaban. Presiden Prabowo Subianto menyebut kasus ini sebagai tindakan kriminal serius yang tergolong terorisme dan harus diusut tuntas.

Artikel Terkait

Realistic illustration of acid attack victim Andrie Yunus in ICU with bandaged eye and medical report on 40% limbal stem cell damage.
Gambar dihasilkan oleh AI

Rscm ungkap kerusakan sel punca kornea Andrie Yunus 40 persen

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menyatakan kondisi terkini Andrie Yunus, aktivis KontraS korban penyiraman air keras pada 12 Maret 2026, menunjukkan kerusakan sel punca kornea mata kanan sekitar 40 persen. Pasien menjalani perawatan intensif dengan kondisi stabil. Penyidikan polisi dan TNI mengidentifikasi tersangka berbeda.

Komnas HAM menyatakan proses pemulihan aktivis KontraS Andrie Yunus, korban penyiraman air keras, bisa memakan waktu hingga dua tahun akibat luka bakar kimia asam kuat. Operasi masih berlangsung, dengan enam bulan pertama sebagai periode krusial. RSCM melaporkan operasi terpadu dilakukan pada 25 Maret 2026 untuk menangani kerusakan pada mata kanan dan area lain.

Dilaporkan oleh AI

Pemerintah menanggung seluruh biaya pengobatan Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air keras di Salemba, Jakarta Pusat, pada 12 Maret 2026. Andrie dirawat di RSCM dengan kondisi stabil meski pemulihan masih panjang. Presiden memerintahkan polisi mengusut tuntas kasus tersebut.

Presiden Prabowo Subianto mengecam keras tindakan yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon. Ia memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah mereka di Bandara Soekarno-Hatta pada 4 April 2026. Pemerintah menuntut jaminan keamanan dari PBB.

Dilaporkan oleh AI

Anggota Komisi III DPR RI, I Wayan Sudirta, menyebut kematian pelajar inisial AT akibat penganiayaan oknum Brimob di Tual, Maluku, sebagai noda bagi institusi Polri. Ia mendesak evaluasi menyeluruh terhadap fungsi penanganan Polri untuk mencegah kasus serupa. Kapolri Listyo Sigit Prabowo telah memerintahkan penyelidikan tegas.

Seorang remaja bernama Bertrand Eka Prasetyo (18) tewas tertembak anggota polisi saat penangkapan di Makassar pada 1 Maret 2026. Mabes Polri menyatakan akan melakukan evaluasi internal terkait penggunaan senjata api dan mengawal proses hukum terhadap pelaku, Iptu N, yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Dilaporkan oleh AI

Polisi menangkap empat pelaku pembunuhan sadis disertai perampokan terhadap Dumaris Isni Sitio (60) di Pekanbaru, Riau. Penangkapan dilakukan di Aceh Tengah dan Binjai, Sumatera Utara. Korban tewas dipukul balok kayu setelah pencurian dengan kekerasan.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak