Illustration of scientists analyzing genetic data linking lower cholesterol to reduced dementia risk in a lab setting.
Illustration of scientists analyzing genetic data linking lower cholesterol to reduced dementia risk in a lab setting.
Gambar dihasilkan oleh AI

Studi genetik menghubungkan kolesterol rendah dengan risiko demensia yang berkurang

Gambar dihasilkan oleh AI
Fakta terverifikasi

Analisis genetik skala besar dari sekitar 1,09 juta orang menunjukkan bahwa kolesterol yang lebih rendah secara genetik seumur hidup—khususnya kolesterol non-HDL—berkaitan dengan risiko demensia yang secara substansial berkurang. Menggunakan randomisasi Mendelian untuk meniru efek target obat penurun kolesterol seperti untuk statin (HMGCR) dan ezetimibe (NPC1L1), studi menemukan hingga sekitar 80% risiko lebih rendah per pengurangan 1 mmol/L untuk beberapa target. ([research-information.bris.ac.uk](https://research-information.bris.ac.uk/en/publications/cholesterollowering-drug-targets-reduce-risk-of-dementia-mendelia?utm_source=openai))

Dipimpin oleh Dr. Liv Tybjærg Nordestgaard selama masa di University of Bristol dan Departemen Biokimia Klinis di Copenhagen University Hospital – Herlev dan Gentofte, penelitian ini menggabungkan data dari UK Biobank, Copenhagen General Population Study, Copenhagen City Heart Study, studi FinnGen, dan Global Lipids Genetics Consortium. Makalah yang ditinjau sejawat diterbitkan di Alzheimer’s & Dementia pada 8 Oktober 2025. (sciencedaily.com)

Tim menerapkan randomisasi Mendelian, memeriksa varian pada target obat yang menurunkan kolesterol non-HDL (termasuk HMGCR, NPC1L1 dan CETP) untuk meminimalkan kebingungan dari faktor gaya hidup. Dalam meta-analisis, pengurangan 1 mmol/L (≈39 mg/dL) kolesterol non-HDL yang diproksikan secara genetik sesuai dengan peluang demensia yang jauh lebih rendah untuk target ini—kurang lebih 70% hingga 82%—sementara bukti untuk PCSK9, ANGPTL4 dan LPL tidak meyakinkan. “Jika Anda memiliki varian yang menurunkan kolesterol Anda, Anda memiliki risiko yang jauh lebih rendah untuk mengembangkan demensia,” kata Dr. Nordestgaard. (pmc.ncbi.nlm.nih.gov)

Peneliti mencatat mekanisme yang masuk akal: kolesterol tinggi dapat mendorong aterosklerosis, penumpukan endapan lemak di pembuluh darah di tubuh dan otak, yang dapat mempromosikan gumpalan darah kecil yang terkait dengan beberapa demensia. (sciencedaily.com)

Temuan ini mendukung gagasan bahwa menjaga kolesterol rendah—secara genetik atau dengan obat-obatan—dapat membantu menurunkan risiko demensia, tetapi tidak membuktikan bahwa obat-obatan itu sendiri mencegah demensia. Karena demensia biasanya berkembang di akhir hayat, penulis berpendapat bahwa hanya uji coba acak yang sangat panjang yang dapat menentukan apakah terapi penurun kolesterol mengurangi risiko; mereka menyarankan studi yang meliputi sekitar 10 hingga 30 tahun. (sciencedaily.com)

Pendanaan untuk pekerjaan ini berasal dari UK Medical Research Council, Independent Research Fund Denmark, dan Research Council at the Capital Region of Denmark. (sciencedaily.com)

Artikel Terkait

Elderly woman holding glucosamine bottle with concerned look, medical documents on dementia study nearby
Gambar dihasilkan oleh AI

Studi mengaitkan penggunaan glukosamin dengan perkembangan gangguan kognitif ringan menuju demensia yang lebih cepat

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

Sebuah studi yang dipimpin oleh University of Florida melaporkan adanya hubungan antara penggunaan suplemen kesehatan sendi glukosamin dengan risiko yang lebih tinggi akan perkembangan dari gangguan kognitif ringan menjadi demensia, serta tingkat kematian yang lebih tinggi di antara pasien yang telah didiagnosis menderita penyakit Alzheimer dan demensia terkait. Para peneliti menekankan bahwa temuan ini tidak membuktikan bahwa glukosamin menyebabkan penurunan kognitif dan menyatakan bahwa hasilnya harus diuji dalam uji klinis.

American College of Cardiology dan American Heart Association telah mengeluarkan panduan baru mengenai skrining dan penanganan kolesterol, yang mendesak dilakukannya tes lebih dini serta penilaian risiko yang dipersonalisasi. Rekomendasi yang disampaikan pada 28 Maret di New Orleans ini menekankan pada penurunan kolesterol LDL dan penyertaan faktor genetik seperti lipoprotein(a). Kalkulator risiko baru bertujuan untuk memprediksi penyakit jantung dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Dilaporkan oleh AI

Terapi eksperimental bernama VERVE-102 berhasil menurunkan kolesterol LDL hingga 62 persen setelah satu dosis tunggal dalam studi keamanan tahap awal. Hasil ini berasal dari uji klinis Fase I yang melibatkan 35 pasien dengan kolesterol tinggi atau penyakit kardiovaskular dini. Data tersebut diterbitkan minggu ini di New England Journal of Medicine.

Sebuah studi jangka panjang terhadap lebih dari 54.000 orang dewasa di Denmark menemukan bahwa nitrat dari sayuran dikaitkan dengan risiko demensia yang lebih rendah, sementara nitrat dari daging merah, daging olahan, atau air minum dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi.

Dilaporkan oleh AI

Para ilmuwan di University of Southern California telah menemukan senyawa eksperimental yang dapat mengurangi peradangan otak berbahaya yang terkait dengan penyakit Alzheimer. Penelitian ini berfokus pada enzim cPLA2 dan orang-orang yang membawa gen APOE4 berisiko tinggi.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak