Illustration of strengthening Rupiah amid tax revenue optimism, featuring Finance Minister and rising currency charts in Jakarta's financial hub.
Illustration of strengthening Rupiah amid tax revenue optimism, featuring Finance Minister and rising currency charts in Jakarta's financial hub.
Gambar dihasilkan oleh AI

Rupiah menguat didorong optimisme penerimaan pajak 2026

Gambar dihasilkan oleh AI

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat pada perdagangan Selasa pagi ini, didukung optimisme Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa soal penerimaan pajak 2026 yang diprediksi melebihi target. Realisasi pajak Januari melonjak 30,8 persen secara tahunan, sementara Indeks Keyakinan Konsumen naik ke level tertinggi dalam setahun. Hal ini terjadi di tengah fluktuasi pasar saham domestik yang dibuka sedikit melemah.

Pada Selasa, 10 Februari 2026, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menunjukkan penguatan di awal perdagangan. Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, kurs berada di level Rp16.838 per dolar AS pada Senin, 9 Februari, menguat 49 poin dari Rp16.887 pada Jumat sebelumnya. Di pasar spot hingga pukul 09.01 WIB, rupiah ditransaksikan di Rp16.796 per dolar AS, naik 9 poin atau 0,05 persen dari Rp16.805.

Penguatan ini sejalan dengan optimisme Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai penerimaan pajak 2026. Ia memperkirakan target Rp2.357,7 triliun dalam APBN bisa terlampaui, meskipun basis realisasi 2025 rendah di Rp1.917,6 triliun, menyebabkan shortfall Rp271,7 triliun. Dengan demikian, pertumbuhan yang dibutuhkan mencapai 22,9 persen secara tahunan untuk mengejar tambahan Rp440,1 triliun.

Pengamat ekonomi Ibrahim Assuaibi menyatakan, "Hal ini diperkirakan olehnya kendali basis pertumbuhan penerimaan pajak tahun lalu yang rendah, sehingga turut menjadi sorotan lembaga pemeringkat asing." Optimisme ini didukung realisasi pajak Januari 2026 yang melonjak 30,8 persen year-on-year.

Selain itu, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) naik 3,5 poin menjadi 127 pada Januari 2026, level tertinggi sejak Januari 2025 (127,2). IKK, dengan acuan 100, menandakan zona optimistis yang dapat memprediksi peningkatan konsumsi rumah tangga.

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka sedikit melemah ke 8.031,58, turun 0,29 poin atau 0,01 persen dari penutupan sebelumnya di 8.031,87. Analis memprediksi koreksi terbatas, dipengaruhi penundaan review indeks FTSE Russell untuk Maret 2026, yang menimbulkan tekanan psikologis di pasar.

Artikel Terkait

Trading floor in Jakarta celebrates Rupiah strengthening to Rp16,762/USD amid BPS trade surplus data.
Gambar dihasilkan oleh AI

Rupiah menguat setelah laporan BPS soal surplus perdagangan 2025

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat pada pembukaan perdagangan Selasa pagi, 3 Februari 2026, menjadi sekitar Rp16.762 per dolar AS, naik 36 poin atau 0,21 persen dari hari sebelumnya. Penguatan ini dipengaruhi rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat surplus neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2025 mencapai US$41,05 miliar. Selain itu, inflasi bulanan Januari 2026 tercatat deflasi 0,15 persen, meski secara tahunan mencapai 3,55 persen.

Nilai tukar rupiah melemah mendekati Rp 17.000 per dolar AS pada 21 Januari 2026, dipicu oleh tekanan global dan domestik. Ekonom Josua Pardede menekankan perlunya kepastian kebijakan fiskal untuk memulihkan kepercayaan pasar. Sementara itu, IHSG dibuka melemah seiring risiko eksternal yang meningkat.

Dilaporkan oleh AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan nilai tukar rupiah seharusnya menguat karena kinerja fundamental ekonomi nasional yang kuat. Meski demikian, rupiah justru melemah menjadi Rp16.997 per dolar AS pada 16 Maret 2026. Ia juga yakin IHSG bakal tembus 10.000 di akhir 2026.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimis defisit APBN 2026 dapat dikendalikan berkat pertumbuhan penerimaan pajak Januari sebesar 30,8 persen. Capaian ini mencapai Rp116,2 triliun, atau 4,9 persen dari target APBN. Strategi pemerintah fokus pada stimulus ekonomi daripada kenaikan tarif pajak.

Dilaporkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 2,71 poin atau 0,03 persen menjadi 8.019,54 pada sesi pertama perdagangan Selasa, 3 Maret 2026, menghentikan tren koreksi akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sektor energi memimpin kenaikan dengan lonjakan 1,46 persen, diikuti oleh saham-saham unggulan seperti PTBA dan AADI. Rupiah juga menguat sedikit ke Rp 16.863 per dolar AS.

CORE Indonesia memproyeksikan inflasi Maret 2026 berada di level 3,5-3,6 persen secara tahunan, lebih rendah dari Februari sebesar 4,76 persen. Proyeksi ini dipengaruhi efek basis rendah tarif listrik, meski tekanan dari Lebaran dan harga BBM non-subsidi berpotensi mendorong inflasi bulanan. Data resmi BPS dirilis pada 1 April 2026.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak