Penyakit Jantung

Ikuti
A realistic image depicting a woman checking food labels with a blood pressure monitor, illustrating the link between preservatives and hypertension.
Gambar dihasilkan oleh AI

Studi NutriNet-Santé Prancis kaitkan delapan pengawet makanan dengan risiko hipertensi yang lebih tinggi

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

Sebuah studi skala besar di Prancis terhadap 112.395 orang dewasa menemukan bahwa konsumsi lebih tinggi dari zat aditif pengawet makanan tertentu—terutama pengawet non-antioksidan—terkait dengan peningkatan kejadian hipertensi dan, untuk beberapa paparan, penyakit kardiovaskular. Temuan ini diterbitkan secara daring pada 20 Mei 2026 di European Heart Journal.

Sebuah studi internasional berskala besar menemukan bahwa kurang dari satu dari lima orang mengonsumsi flavanol yang cukup untuk mendapatkan manfaat kesehatan jantung, bahkan ketika mereka telah memenuhi pedoman standar konsumsi buah dan sayur.

Dilaporkan oleh AI Fakta terverifikasi

Para ilmuwan di UT Southwestern Medical Center melaporkan bahwa mereka telah mengidentifikasi protein HELZ2, yang bertindak sebagai pengatur utama jumlah partikel pembawa kolesterol yang dilepaskan hati ke dalam aliran darah dengan memengaruhi gen APOB. Studi ini dipublikasikan di jurnal American Heart Association, Circulation, dan dapat menjadi dasar penelitian di masa depan terkait penyakit jantung serta penyakit perlemakan hati.

Sebuah penelitian baru menemukan bahwa vaksin herpes zoster mengurangi kejadian jantung sebesar 46% dan kematian sebesar 66% pada orang dengan penyakit jantung aterosklerosis. Penelitian yang dipresentasikan pada Sesi Ilmiah Tahunan American College of Cardiology ini meneliti lebih dari 246.000 orang dewasa Amerika Serikat yang berusia 50 tahun ke atas.

Dilaporkan oleh AI

Penelitian baru menunjukkan bahwa lemak visceral di sekitar pinggang meningkatkan risiko gagal jantung lebih besar daripada BMI, bahkan di antara mereka yang memiliki berat badan normal. Peradangan menjadi perantara sebagian besar hubungan ini. Temuan ini dipresentasikan pada American Heart Association's EPI|Lifestyle Scientific Sessions 2026 di Boston.

Studi baru dari Johns Hopkins Medicine mengungkapkan bahwa hormon seks seperti testosteron dan estradiol memengaruhi risiko penyakit jantung pada diabetes tipe 2 secara berbeda untuk pria dan wanita. Pada pria, kadar testosteron yang lebih tinggi terkait dengan risiko lebih rendah, sementara peningkatan estradiol dikaitkan dengan risiko lebih tinggi; tidak ada pola seperti itu pada wanita. Temuan ini menunjukkan potensi untuk strategi pencegahan yang lebih dipersonalisasi.

Dilaporkan oleh AI

Dua studi baru menunjukkan bahwa pengurangan sederhana kadar natrium dalam makanan sehari-hari seperti roti dan makanan kemasan dapat secara signifikan menurunkan tingkat penyakit jantung dan stroke di Prancis dan Inggris. Perubahan ini akan terjadi tanpa memerlukan orang-orang untuk mengubah kebiasaan makan mereka. Penelitian ini menyoroti potensi perbaikan kesehatan masyarakat yang diam-diam melalui kolaborasi kebijakan dan industri.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak