Paus pembunuh dan lumba-lumba bekerja sama memburu salmon

Peneliti mengamati paus pembunuh dan lumba-lumba sisi putih Pasifik bekerja sama menangkap salmon Chinook di lepas pantai utara Pulau Vancouver. Paus menyelam dalam bersama lumba-lumba untuk menemukan ikan, kemudian memakan sebagian besarnya sementara lumba-lumba membersihkan sisa-sisanya. Kolaborasi antarspesies ini menyoroti perilaku sosial kompleks mamalia laut.

Di lepas pantai utara Pulau Vancouver di Samudra Pasifik utara, paus pembunuh, juga dikenal sebagai orca, telah didokumentasikan mencari makan secara kooperatif dengan lumba-lumba sisi putih Pasifik untuk memburu salmon Chinook. Para ilmuwan melengkapi sembilan orca dengan kamera video dan sensor, menangkap rekaman empat paus menyelam bersama banyak lumba-lumba menuju salmon yang bersembunyi di kedalaman hingga 60 meter. Drone mengamati tiga paus tambahan dalam interaksi serupa. Secara total, enam dari 12 paus berhadapan dengan lumba-lumba 102 kali selama pertemuan ini.

Orca memakan salmon Chinook besar, yang bisa melebihi satu meter panjangnya dan biasanya terlalu besar untuk ditangkap lumba-lumba sendirian. Namun, kebiasaan makan yang berantakan paus—merobek ikan untuk dibagikan dengan keluarga—meninggalkan darah, sisik, dan potongan yang dengan rakus dibersihkan oleh lumba-lumba. Peneliti menyarankan lumba-lumba membantu dengan mengintai salmon, menggunakan klik dan dengung mereka untuk memindai kedalaman gelap berbatu di mana ikan mencari perlindungan.

"Mereka mencari makan secara kooperatif," kata Sarah Fortune di Universitas Dalhousie di Kanada. "Anda bisa mengantromorfismekan dan bilang mereka berteman untuk tujuan berburu." Data sensor menunjukkan orca mengurangi ekolokasi mereka sendiri, kemungkinan untuk menguping suara pemindaian lebih luas lumba-lumba. "Seperti menyalakan lampu besar di mobil," jelas Fortune, "dan cahayanya adalah suara."

Perilaku ini kontras dengan interaksi orca tipikal dengan spesies lain, yang sering melibatkan predasi atau pelecehan, seperti insiden tabrak perahu baru-baru ini di lepas Semenanjung Iberia. Contoh kerjasama antarspesies di tempat lain termasuk ikan yang memandu gurita ke krustasea atau burung pemandu madu yang memimpin manusia ke sarang lebah.

Tidak semua ahli setuju dengan sifat kooperatifnya. Brittany Visona-Kelly di Ocean Wise, organisasi konservasi, berpendapat bahwa lumba-lumba terutama mencuri sisa-sisa daripada bermitra secara aktif. Studi terbarunya menggunakan rekaman drone di wilayah yang sama menggambarkan orca mengabaikan, bermain dengan, atau bahkan menerkam lumba-lumba, menunjukkan lumba-lumba mencari perlindungan dari paus pembunuh Biggs, populasi pemakan mamalia yang menghindari orca residen. "Kami tidak mengamati bukti jelas manfaat bagi paus pembunuh," kata Visona-Kelly.

Insiden terpisah bulan lalu melibatkan 30 hingga 40 lumba-lumba mengelilingi orca kurus bernama I76, berpotensi melelahkannya sebelum muncul kembali. Meskipun ketegangan seperti itu, Luke Rendell di Universitas St Andrews di Inggris melihat temuan baru sebagai bukti meyakinkan kerjasama. "Hewan-hewan ini pintar dan fleksibel secara perilaku," katanya. "Kita akan melihat segala macam interaksi antara paus pembunuh dan lumba-lumba, mulai dari paus pembunuh memakannya hingga bermain dengan mereka hingga bekerja sama dengan mereka."

Penelitian muncul di Nature Scientific Reports (DOI: 10.1038/s41598-025-22718-4).

Artikel Terkait

Defense Secretary Pete Hegseth and Gen. Dan Caine share a light moment at Pentagon briefing on 'kamikaze dolphins' reports and safe Strait of Hormuz shipping lane.
Gambar dihasilkan oleh AI

Hegseth fields ‘kamikaze dolphins’ question at Pentagon briefing, says shipping lane remains open in Strait of Hormuz

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

Defense Secretary Pete Hegseth and Joint Chiefs Chairman Gen. Dan Caine briefly joked Tuesday after a reporter asked about reports of “kamikaze dolphins” tied to Iran, then said commercial shipping still has access to a safe lane through the Strait of Hormuz despite mine concerns.

Researchers have documented sperm whales colliding head-on with their heads for the first time using drone footage from the Azores and Balearic islands. The behavior, observed among sub-adult whales, supports longstanding sailor accounts of aggressive whale encounters. The findings were published on March 23 in Marine Mammal Science.

Dilaporkan oleh AI

A long-term DNA study of beluga whales in Alaska has revealed that both males and females regularly change mating partners over their lifetimes.

Researchers at the Okinawa Institute of Science and Technology have revealed how squid and cuttlefish survived the Cretaceous-Paleogene mass extinction by retreating to oxygen-rich deep-sea refuges. Their analysis of newly sequenced genomes shows these cephalopods originated in the deep ocean over 100 million years ago, followed by rapid diversification into shallow waters. The findings, published in Nature Ecology & Evolution, provide the first comprehensive evolutionary tree for decapodiform cephalopods.

Dilaporkan oleh AI

Volunteers from two marine conservation groups encountered a great white shark during a dive in the Strait of Sicily. The sighting is considered especially rare in the Mediterranean Sea. It has drawn worldwide media attention and may aid conservation efforts.

A young humpback whale, previously stranded and rescued near Timmendorfer Strand, has run aground again on a sandbank in Wismarbucht. Authorities and environmentalists plan rescue efforts for Sunday if the animal does not free itself. The whale suffers from low salinity and lack of food in the Baltic Sea.

Dilaporkan oleh AI

This is an update on the young humpback whale that has repeatedly stranded in the Baltic Sea. Scientists now deem a live rescue off Poel island too risky as its condition has worsened sharply. Self-liberation is unlikely, and Environment Minister Till Backhaus rules out euthanasia.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak