Peneliti mengembangkan kumpulan data sepanjang abad tentang penutup es di Great Lakes

Ilmuwan Michigan telah menyusun kumpulan data baru yang melacak penutup es di Great Lakes sejak 1897, menggunakan catatan suhu historis. Sumber daya ini membantu studi tentang dampak iklim dan spesies yang menurun seperti lake whitefish. Data tersebut juga menjanjikan peningkatan prakiraan es musim dingin untuk keselamatan.

Dalam upaya untuk lebih memahami dinamika musim dingin Great Lakes di tengah perubahan iklim, peneliti dari University of Michigan dan Michigan Department of Natural Resources telah membuat kumpulan data komprehensif tentang penutup es yang mencakup dari 1897 hingga saat ini. Dengan menganalisis catatan suhu yang konsisten dari stasiun cuaca regional, tim menghitung pembentukan dan durasi es selama periode 120 tahun ini. Temuan, yang diterbitkan bulan lalu di jurnal Scientific Data, mengisi celah kritis dalam data musim dingin historis, karena pengamatan langsung seperti catatan satelit hanya kembali 45 tahun. Kumpulan data ini memiliki banyak tujuan. Ia memperdalam wawasan tentang bagaimana kenaikan suhu—naik di wilayah tersebut selama dua dekade terakhir—telah mempersingkat musim beku dan meningkatkan peristiwa cuaca ekstrem seperti salju lebat dan badai hujan. Misalnya, ia menyediakan dasar untuk memeriksa penurunan historis lake whitefish, spesies yang vital bagi budaya dan ekonomi wilayah tersebut. Penulis utama Katelyn King, ahli biologi penelitian perikanan, mencatat, “Banyak kondisi biologis di bawah es benar-benar kurang dipahami.” Ia sudah menerapkan data tersebut pada studi whitefish-nya. Penulis bersama Ayumi Fujisaki-Manome, direktur associate di Cooperative Institute for Great Lakes Research, menekankan signifikansi yang lebih luas: “Es danau benar-benar bagian dari sistem, bagian dari kehidupan kita. Itu penting [untuk] budaya kita, cuaca regional, keselamatan, segalanya.” Informasi tersebut dapat meningkatkan prediksi penutup es, menguntungkan rekreasi dan keselamatan di danau-danau. Variabilitas baru-baru ini menggarisbawahi ketepatan waktu kumpulan data tersebut. Penutup es musim dingin lalu rata-rata setelah terendah historis tahun sebelumnya, sementara musim ini melihat beberapa tingkat tertinggi dalam bertahun-tahun karena hawa dingin baru-baru ini, menurut data National Oceanic and Atmospheric Administration. King mengamati, “Tahun-tahun ekstrem ini di mana kita punya cuaca benar-benar dingin atau benar-benar hangat hanyalah tanda bahwa iklim jangka panjang berubah. Itu benar-benar memengaruhi kita semua dalam keseharian kita.”

Artikel Terkait

Peneliti di Great Lakes Observing System merekrut warga lokal untuk mengukur ketebalan es di Great Lakes dan danau pedalaman musim dingin ini. Data tersebut akan menyempurnakan model peramalan es di tengah perubahan iklim. Upaya sains warga ini menyoroti kebutuhan pengamatan rinci di luar kemampuan satelit.

Dilaporkan oleh AI

Para ilmuwan telah mengembangkan metode peramalan yang memprediksi luas es laut Arktik hingga empat bulan ke depan, dengan fokus pada minimum tahunan di September. Pendekatan ini mengungguli model yang ada dengan mengintegrasikan pola iklim jangka panjang, siklus musiman, dan pengaruh cuaca jangka pendek. Alat ini bertujuan membantu komunitas dan industri yang bergantung pada kondisi Arktik.

Peneliti di University of Texas at Austin menemukan bahwa El Niño-Southern Oscillation (ENSO) menyinkronkan kondisi basah dan kering ekstrem di seluruh benua. Studi mereka, berdasarkan data satelit dari 2002 hingga 2024, mengungkapkan bagaimana pola iklim ini mendorong krisis air simultan di seluruh dunia. Temuan tersebut menyoroti pergeseran menuju ekstrem kering yang lebih sering sejak sekitar 2012.

Dilaporkan oleh AI

Samudra Bumi mencapai tingkat panas tertinggi yang tercatat pada 2025, menyerap 23 zetta joule energi berlebih. Tonggak ini, yang dikonfirmasi oleh tim ilmuwan internasional, menekankan dampak percepatan perubahan iklim. Tren pemanasan, yang terbangun sejak 1990-an, memicu badai lebih kuat dan kenaikan permukaan laut di seluruh dunia.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak