Illustration of Supreme Court ruling on gun rights for marijuana users
Illustration of Supreme Court ruling on gun rights for marijuana users
Gambar dihasilkan oleh AI

Mahkamah Agung membatasi undang-undang senjata bagi pengguna ganja

Gambar dihasilkan oleh AI

Mahkamah Agung Amerika Serikat secara bulat memutuskan pada hari Kamis bahwa jaksa federal melanggar Amendemen Kedua dengan mendakwa seorang pria Texas atas kepemilikan senjata api ilegal karena menggunakan ganja. Keputusan dalam perkara United States v. Hemani membatasi jangkauan undang-undang tahun 1968 yang melarang kepemilikan senjata oleh pengguna narkoba ilegal. Hakim Neil Gorsuch menulis pendapat hukum tersebut, dengan menekankan ruang lingkupnya yang terbatas.

Pengadilan berpihak pada Ali Hemani, seorang pria berusia 27 tahun yang mengakui mengonsumsi ganja kira-kira setiap dua hari sekali. Agen FBI menemukan sebuah pistol di rumahnya yang ia simpan untuk pertahanan diri. Jaksa sebelumnya telah menerapkan undang-undang tersebut, yaitu 18 U.S.C. § 922(g)(3), yang juga muncul dalam kasus Hunter Biden.

Gorsuch menjelaskan bahwa pembatasan historis terhadap "peminum alkohol kronis" tidak membenarkan pelucutan senjata pengguna ganja rutin tanpa bukti kecanduan atau bahaya. "Kami tidak membahas upaya untuk melarang pecandu, atau mereka yang sedang dalam keadaan mabuk, untuk memiliki senjata api," tulisnya. Putusan tersebut menolak analogi pemerintah terhadap undang-undang era pendirian negara.

Hakim Samuel Alito, yang didukung oleh Hakim Elena Kagan, mengajukan pendapat terpisah yang menyetujui hasil tersebut. Para pendukung Amendemen Kedua memuji keputusan ini, termasuk Presiden Judicial Crisis Network Carrie Severino, yang menyebutnya sebagai penegasan bulat berdasarkan sejarah dan tradisi.

Para hakim mengklarifikasi bahwa pemerintah masih dapat melucuti senjata individu yang berbahaya atau pelaku tindak pidana berat. Kasus ini menarik perhatian karena mengakui penerimaan ganja yang luas di berbagai negara bagian.

Apa yang dikatakan orang

Reaksi awal di X terhadap putusan bulat Mahkamah Agung dalam perkara United States v. Hemani menyoroti ruang lingkupnya yang terbatas dalam membatasi larangan senjata federal bagi pengguna ganja, dengan para jurnalis melaporkan secara faktual, pengguna merayakan perluasan hak, dan beberapa pihak mencatat dampak terbatas dari keputusan tersebut di luar pengguna rutin yang tidak dalam pengaruh narkoba.

Artikel Terkait

Federal appeals court judges rule in favor of Hobby Distillers Association, striking down U.S. ban on home distilling.
Gambar dihasilkan oleh AI

US appeals court strikes down Reconstruction-era federal ban on home distilling as unconstitutional

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

A three-judge panel of the 5th U.S. Circuit Court of Appeals in New Orleans ruled that a longstanding federal prohibition on distilling spirits at home cannot be justified as an exercise of Congress’s taxing power, siding with the Hobby Distillers Association and four of its members.

The Supreme Court ruled Thursday that certain plea agreements waiving appeal rights can be set aside if enforcing them would cause a manifest miscarriage of justice. The 8-1 decision, written by Justice Elena Kagan, reversed a Fifth Circuit ruling in a fraud case involving Munson Hunter.

Dilaporkan oleh AI

U.S. Supreme Court Justice Sonia Sotomayor dissented in a case involving a Vermont state police sergeant's use of force against a nonviolent protester, warning that the majority granted officers a 'license to inflict gratuitous pain.' The decision reversed a lower court's ruling denying qualified immunity to Sgt. Jacob Zorn. Sotomayor, joined by Justices Elena Kagan and Ketanji Brown Jackson, argued the action violated the Fourth Amendment.

The U.S. Supreme Court on April 20, 2026, granted a petition from Las Vegas Metropolitan Police Department officers and sent the death case of Roy Anthony Scott back to the U.S. Court of Appeals for the Ninth Circuit to reconsider in light of the court’s March 23 decision in Zorn v. Linton.

Dilaporkan oleh AI

Antonella Barba, a former contestant on American Idol, has admitted to violating the terms of her supervised release by using marijuana. Court officers reviewed the matter and recommended no formal punishment.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak