Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, melakukan sidak ke pool taksi Green SM di Bekasi pada 28 April 2026 malam untuk memeriksa penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU). Inspeksi ini menyusul kecelakaan maut di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur yang melibatkan taksi listrik Green SM. Beberapa temuan akan didalami lebih lanjut di pool pusat di Kemayoran.
Inspeksi mendadak dilakukan di pool Green SM Bekasi, lokasi asal operasional kendaraan yang diduga terlibat kecelakaan KRL Cikarang dengan KA Argo Bromo Anggrek pada 27 April 2026 malam. Sidak memfokuskan pada administrasi, kelaikan kendaraan, kesiapan armada, dan elemen keselamatan lainnya.
"Dalam penyelenggaraan angkutan umum ada beberapa elemen yang harus dilakukan sesuai dengan SMK PAU. Sidak kami lakukan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan tersebut dijalankan," kata Aan Suhanan pada 29 April 2026.
Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan, Yusuf Nugroho, yang memimpin inspeksi, menyatakan tindakan ini sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 85 Tahun 2018. "Dalam hal terjadinya insiden, Ditjen Perhubungan Darat dapat melakukan audit dan inspeksi," ujar Yusuf.
Aan menyebut hasil pemeriksaan awal menemukan beberapa temuan yang akan didalami di pool Kemayoran, Jakarta. Kemenhub juga berkoordinasi dengan polisi dan KNKT. Kendaraan terlibat, B 2864 SBX, terdaftar sah hingga Oktober 2026 di wilayah Jabodetabek.
Green SM menyatakan mendukung investigasi dan menyampaikan belasungkawa. Kecelakaan menewaskan 15 orang, mayoritas perempuan di gerbong belakang KRL, dan melukai puluhan lainnya. Perlintasan tidak memiliki palang pintu resmi.