Mantan karyawan Noma tuduh koki lakukan pelecehan

Mantan karyawan Noma, restoran bintang tiga Michelin di Kopenhagen, menuduh pendirinya René Redzepi melakukan pelecehan verbal dan fisik selama beberapa tahun. Investigasi New York Times merinci insiden pemukulan, tendangan, dan penghinaan publik. Tuduhan ini muncul saat Noma bersiap untuk acara pop-up di Los Angeles.

Noma, yang didirikan oleh koki René Redzepi dan lima kali dinobatkan sebagai restoran terbaik dunia oleh majalah Restaurant, menghadapi tuduhan serius dari mantan stafnya. Menurut laporan investigasi New York Times yang diterbitkan pada 8 Maret 2026, setidaknya 35 mantan karyawan menggambarkan lingkungan kerja yang ditandai dengan perlakuan buruk secara rutin antara 2009 dan 2017. Redzepi, yang dikenal dengan masakannya yang inovatif di restoran berbasis di Kopenhagen, diduga memukul karyawan di wajah, menusuk mereka dengan alat dapur, dan membanting mereka ke dinding. Staf juga melaporkan pelecehan psikologis, termasuk intimidasi, body shaming, ejekan publik, dan ancaman untuk memasukkan mereka ke daftar hitam industri, mendeportasi mereka, atau memengaruhi pekerjaan pasangan mereka. Salah satu insiden mencolok terjadi pada Februari 2014, ketika Redzepi menghentikan layanan makan malam dan membawa staf dapur ke luar ke udara dingin. Ia kemudian berteriak marah dan menendang seorang sous-chef karena memutar musik techno, genre yang tidak disukai Redzepi, memaksa karyawan tersebut menyatakan secara publik bahwa ia suka melakukan seks oral pada DJ. Saksi mata mengatakan kejadian semacam itu umum terjadi, dan peserta tidak pernah membahasnya setelahnya. “Pergi bekerja terasa seperti pergi berperang,” kata Alessia, mantan karyawan Noma. “Kamu harus memaksakan diri untuk kuat, tidak menunjukkan rasa takut.” Pada Januari 2023, Redzepi mengumumkan perubahan Noma dari layanan restoran tradisional menjadi laboratorium makanan dengan acara pop-up. Acara pop-up Noma di Los Angeles mendatang dengan tiket $1.500 akan dimulai pada 11 Maret, menarik perhatian baru terhadap tuduhan masa lalu ini.

Artikel Terkait

Chef René Redzepi apologizes at podium for Noma abuse allegations, protesters visible outside sold-out LA pop-up venue.
Gambar dihasilkan oleh AI

René Redzepi apologizes as Noma abuse allegations resurface before sold-out LA pop-up

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

René Redzepi, head chef of Noma, has apologized for past workplace abuse detailed in a New York Times investigation covering 2009-2017, just days before the restaurant's 16-week, $1,500-per-seat Los Angeles pop-up begins on March 11. Former employees allege physical and emotional harm, with a protest planned outside the venue.

René Redzepi resigned from daily operations at Noma on March 11, 2026—the opening day of its 16-week Los Angeles pop-up—following a New York Times report on abuse allegations detailed in prior coverage. Protests by former employees disrupted the event, and sponsors American Express and Blackbird withdrew support. Redzepi also left the board of his non-profit MAD.

Dilaporkan oleh AI

Noma's highly anticipated, sold-out Los Angeles pop-up at Silver Lake's Paramour Estate launches March 11, 2026, despite a New York Times investigation into founder René Redzepi's past abuse allegations, sponsor withdrawals by American Express and Blackbird, and planned protests by One Fair Wage outside the venue.

Ferran Adrià attended a homage to Santi Santamaria on Monday, 15 years after his death, to close a chapter on their past controversy. At the event inaugurating Sala Santamaria in Tona, Adrià urged that no one reopen a non-existent wound and highlighted family reunification.

Dilaporkan oleh AI

Chef Gabriel Kreuther, holder of two Michelin stars, has opened Saverne, his first new restaurant in over a decade. The modern brasserie, named after an Alsatian town, is located in Hudson Yards and emphasizes rustic, open-fire cooking inspired by the chef's roots. Kreuther's reputation for decency and precision shines through in the venue's detailed preparations.

Despite longstanding complaints about their length and cost, tasting menus remain a staple in high-end restaurants. Critics argue the format prioritizes chef control over diner enjoyment, yet it persists due to business benefits and award allure. Recent analyses highlight a shift in diner preferences toward more casual options.

Dilaporkan oleh AI

The Swedish Work Environment Authority has identified several serious deficiencies at a restaurant in Borlänge during an early March inspection. The issues include missing fire equipment and first aid kits, as well as dangerous electrical installations in the kitchen.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak