Realistic illustration of sympathetic nerves and cancer-associated fibroblasts forming a feedback loop in early pancreatic cancer growth within mouse pancreas tissue.
Realistic illustration of sympathetic nerves and cancer-associated fibroblasts forming a feedback loop in early pancreatic cancer growth within mouse pancreas tissue.
Gambar dihasilkan oleh AI

Studi menghubungkan sinyal saraf simpatik dengan pertumbuhan kanker pankreas dini melalui lingkaran umpan balik fibroblas

Gambar dihasilkan oleh AI
Fakta terverifikasi

Peneliti di Cold Spring Harbor Laboratory melaporkan bahwa sel pendukung yang dikenal sebagai fibroblas terkait kanker miofibroblastik (myCAFs) dapat merekrut serat saraf simpatik ke lesi pankreas dini, menciptakan lingkaran umpan balik yang dapat membantu kanker pankreas bertahan sebelum tumor penuh terbentuk. Dalam eksperimen pada tikus, mengganggu aktivitas saraf simpatik mengurangi aktivasi fibroblas dan dikaitkan dengan pengurangan hampir 50% dalam pertumbuhan tumor.

Kanker pankreas sulit dideteksi dini dan sering merespons buruk terhadap pengobatan standar, faktor-faktor yang mendorong para ilmuwan mencari cara baru untuk memperlambat penyakit sebelum berkembang.  nnTim di Cold Spring Harbor Laboratory (CSHL), yang dipimpin oleh peneliti pascadoktoral Jérémy Nigri di laboratorium Profesor David Tuveson, fokus pada bagaimana sistem saraf dapat memengaruhi tahap awal kanker pankreas. Nigri mencatat bahwa para peneliti telah lama mengenali invansi perineural—proses di mana sel kanker menyebar sepanjang saraf—sebagai salah satu cara tumor pankreas dapat menyebar.  nn## Saraf hadir sebelum tumor terbentuk sepenuhnya  nnDalam penelitian baru, para peneliti melaporkan bukti bahwa saraf mungkin berperan aktif bahkan lebih awal daripada invansi perineural, muncul di dan sekitar lesi pankreas pra-kanker.  nnMenggunakan imunofluoresensi whole-mount untuk menghasilkan gambar tiga dimensi, tim mengamati jaringan saraf padat yang terjalin melalui lesi pankreas dan erat terkait dengan fibroblas pendorong tumor yang dikenal sebagai myCAFs. Dalam tampilan dua dimensi konvensional, struktur saraf yang sama dapat tampak sebagai titik-titik kecil yang tersebar.  nn> «Ketika pertama kali melihat gambar ini, saya terkejut,» kata Nigri. «Saya bahkan tidak bisa membayangkan lesi seperti ini. Saya hanya pernah melihatnya dalam 2D.»  nn## Lingkaran umpan balik yang diusulkan melibatkan saraf simpatik  nnBerdasarkan eksperimen pada tikus dan sistem sel manusia, para peneliti menggambarkan siklus di mana myCAFs mengeluarkan sinyal yang menarik serat dari sistem saraf simpatik, yang mengatur respons fight-or-flight tubuh. Serat saraf tersebut melepaskan norepinefrin, dan studi melaporkan bahwa norepinefrin dapat mengikat fibroblas dan memicu peningkatan kalsium intraseluler. Lonjakan kalsium yang dihasilkan semakin mengaktifkan myCAFs, respons yang menurut para peneliti dapat mempromosikan pertumbuhan pra-kanker sambil menarik serat saraf tambahan—memperkuat lingkaran tersebut.  nn## Mengganggu aktivitas saraf mengurangi pertumbuhan tumor pada tikus  nnUntuk menguji apakah mengganggu sinyal ini dapat memperlambat penyakit, tim menggunakan neurotoksin dalam satu eksperimen tikus untuk menonaktifkan aktivitas sistem saraf simpatik. Mereka melaporkan aktivasi fibroblas yang berkurang dan pengurangan hampir 50% dalam pertumbuhan tumor.  nn> «Dalam satu eksperimen, kami menggunakan neurotoksin untuk menonaktifkan sistem saraf simpatik,» kata Nigri. «Kami menunjukkan aktivasi fibroblas yang berkurang dan pengurangan hampir 50% dalam pertumbuhan tumor.»  nn## Implikasi pengobatan dan langkah selanjutnya  nnTemuan ini diterbitkan di Cancer Discovery, jurnal dari American Association for Cancer Research. Para peneliti menyarankan bahwa karena interaksi saraf–myCAF muncul dini, itu mungkin menjadi target terapeutik potensial. Mereka juga menunjuk obat-obatan yang tersedia secara klinis—termasuk doxazosin—sebagai kandidat untuk dieksplorasi dalam kombinasi dengan pendekatan yang sudah ada seperti kemoterapi atau imunoterapi.  nn> «Langkah selanjutnya adalah mempelajari ini lebih detail dan mencoba menemukan cara untuk memblokir crosstalk antara fibroblas dan saraf,» kata Nigri.  nnCSHL mengatakan bahwa pekerjaan ini didukung oleh beberapa pendana, termasuk Lustgarten Foundation dan Pancreatic Cancer Action Network.  n

Apa yang dikatakan orang

Diskusi di X berfokus pada studi terbaru Cancer Discovery dari CSHL yang menunjukkan myCAFs merekrut saraf simpatik untuk mendorong kanker pankreas dini melalui lingkaran umpan balik. Para ahli menyoroti neo-inervasi dini dan sinyal adrenergik alfa-1 sebagai target terapeutik. Reaksi positif, fokus pada implikasi pengobatan, dengan berbagi dari peneliti, editor jurnal, dan media sains.

Artikel Terkait

Illustration of mitochondria transferring from glia to neurons to reduce nerve pain in neuropathy models.
Gambar dihasilkan oleh AI

Duke-led Nature study links glia-to-neuron mitochondria transfer to reduced nerve pain in neuropathy models

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

Duke University researchers report that boosting the transfer of healthy mitochondria from support cells to sensory neurons reduced pain-like behaviors in mouse models of diabetic and chemotherapy-related peripheral neuropathy, an approach they say could address a root driver of nerve pain rather than simply blocking pain signals.

Scientists at Johns Hopkins Medicine have pinpointed the gene KLF5 as a key driver of pancreatic cancer metastasis through epigenetic changes rather than DNA mutations. Using CRISPR technology, researchers found that KLF5 promotes tumor growth and invasion by altering DNA packaging and activating other cancer-related genes. The findings, published in Molecular Cancer, suggest potential new treatment targets.

Dilaporkan oleh AI

Scientists at McMaster University and the Hospital for Sick Children in Canada have discovered that oligodendrocytes, cells typically supporting nerve function, aid the growth of glioblastoma by sending signals to tumor cells. Blocking this communication slowed tumor progression in lab models. The findings suggest an existing HIV drug, Maraviroc, could be repurposed for treatment.

Researchers at Oregon Health & Science University have identified hidden fluid flows inside cells that rapidly transport proteins to the leading edge, challenging traditional views of cellular movement. The discovery, made during a classroom experiment, could explain why some cancer cells spread aggressively. The findings appear in Nature Communications.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak