Ulasan menemukan teh—terutama teh hijau—terkait dengan hasil kesehatan yang lebih baik, tapi memperingatkan minuman olahan mungkin merusak manfaat

Fakta terverifikasi

Ulasan komprehensif di Beverage Plant Research menyimpulkan bahwa bukti dari studi manusia paling kuat mendukung hubungan antara konsumsi teh—khususnya teh hijau—dan risiko lebih rendah penyakit kardiovaskular, obesitas, diabetes tipe 2, dan beberapa kanker, sambil menyebut bukti untuk manfaat otak dan otot “menjanjikan” tapi kurang pasti. Penulis juga memperingatkan bahwa produk teh botolan dan bubble tea, yang bisa mengandung gula tambahan dan aditif lain, mungkin melemahkan keuntungan potensial teh.

Teh, diproduksi dari daun Camellia sinensis, memiliki sejarah panjang penggunaan dan awalnya dikonsumsi di Cina untuk tujuan obat sebelum menjadi minuman yang banyak dinikmati, menurut ulasan yang diterbitkan di Beverage Plant Research.

Artikel Terkait

A new study shows that the type of tea used to brew kombucha significantly alters its flavor, chemical profile, and antioxidant activity. Researchers compared five tea varieties and found green and oolong versions produced the strongest biological effects.

Dilaporkan oleh AI

A large international study has found that fewer than one in five people consume enough flavanols to gain heart health benefits, even when meeting standard fruit and vegetable guidelines.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak